ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL PADA PEMBELAJARAN CTL DENGAN TEKNIK SCAFFOLDING

ANINDYA DWI WARDHANI, 0401513024 (2015) ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL PADA PEMBELAJARAN CTL DENGAN TEKNIK SCAFFOLDING. Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis siswa perlu mendapat perhatian untuk membantu siswa memahami dan menyelesaikan masalah matematis dengan baik. Kemampuan komunikasi matematis dapat ditinjau dari berbagai aspek, salah satunya adalah kecerdasan emosional.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis berdasarkan tingkat kecerdasan emosional siswa sebelum dan setelah dikenai pembelajaran serta menganalisis keefektifan penerapan pembelajaran CTL dengan teknik Scaffolding. Jenis penelitian yang digunakan adalah mixed method model concurrent embedded. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Hasyimiyah Kalisidi Ungaran. Pengambilan data kecerdasan emosional menggunakan angket dan kemampuan komunikasi matematis melalui TKM pretest dan posttest serta lembar observasi. Siswa dikenai pembelajaran CTL dengan teknik Scaffolding. Analisis kuantitatif digunakan untuk menguji keefektifan belajar yang diperoleh dari ketuntasan individu dengan uji t dan ketuntasan klasikal dengan uji proporsi, uji banding berpasangan, dan uji peningkatan menggunakan Gain Score. Selain itu, dilakukan wawancara pada siswa pilihan sebagai penelitian kualitatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran CTL dengan teknik Scaffolding efektif. Berdasarkan uji ketuntasan individu diperoleh nilai sign=0,8%<5%. Hasil uji proporsi menyimpulkan bahwa siswa mencapai ketuntasan KKM melampaui 70%. Uji banding menunjukkan nilai sign=0%<5% dan rata-rata posttest lebih baik daripada rata-rata pretest. Siswa pilihan mengalami peningkatan yang signifikan dilihat dari Gain Score. Analisis kualitatif menghasilkan bahwa setelah dilakukan pembelajaran: subjek KE rendah dengan KM rendah memenuhi sebagian indikator kemampuan komunikasi matematis; subjek KE rendah dengan KM sedang serta KE sedang dengan KM rendah memenuhi sebagian besar indikator kemampuan komunikasi matematis; subjek KM tinggi dengan KE tinggi memenuhi semua indikator kemampuan komunikasi matematis. Saran dari penelitian ini adalah siswa KE tinggi dengan KM sedang sebaiknya dikelompokkan tersendiri ketika diskusi sehingga akan memudahkan guru dalam memberikan bantuan (scaffolding). Adapun teknik scaffolding yang cocok diberikan adalah explaining dan reviewing.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika, S2
Depositing User: A.Md Angga Rizky Purwandra
Date Deposited: 12 Apr 2017 11:32
Last Modified: 12 Apr 2017 11:32

Actions (login required)

View Item