ANALISIS PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE AUDIT TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI

Bastian Dwi Septiawan Bala Bara, 7211412112 (2016) ANALISIS PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE AUDIT TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (997Kb)

    Abstract

    Konservatisme akuntansi adalah suatu konsep yang didefinisikan sebagai suatu prinsip kehati - hatian yang mengakui biaya dan rugi lebih cepat, mengakui pendapatan dan untung lebih lambat, menilai aktiva dengan nilai yang terendah, dan kewajiban dengan nilai yang tertinggi. Konservatisme akuntansi ini dianggap bisa mencegah terjadinya kecurangan laporan keuangan seperti yang terjadi pada PT. Kimia Farma tahun 2001 yang disebabkan oleh penggelembungan laba, karena prinsip ini dapat mencegah pelaporan laba yang overstatement. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014. Penelitian ini menggunakan metode populasi sasaran yang mana karakteristik dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar dan menerbitkan laporan keuangannya dalam mata uang Rupiah (Rp) secara lengkap terkait data yang dibutuhkan dalam variabel-variabel penelitian pada Bursa Efek Indonesia selama tahun 2012 – 2014. Pengumpulan data yang dilakukan menghasilkan sampel penelitian sebanyak 26 perusahaan manufaktur. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yang berupa independensi dewan komisaris, ukuran dewan komisaris, kompetensi dewan komisaris, frekuensi pertemuan komite audit, ukuran komite audit, dan kompetensi komite audit secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu konservatisme akuntansi. Secara parsial variabel kompetensi dewan komisaris, frekeunsi pertemuan komite audit, dan kompetensi komite audit berpengaruh positif signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris, dan ukuran komite audit berpengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi. Simpulan dari penelitian ini yaitu kompetensi dewan komisaris, frekeunsi pertemuan komite audit, dan kompetensi komite audit terbukti mampu meningkatkan konservatisme akuntansi di perusahaan, sedangkan proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris, dan ukuran komite audit akan menurunkan konservatisme akuntansi di perusahaan. Saran bagi perusahaan yaitu dalam menentukan proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris, dan komite audit perusahaan harus sesuai kebutuhan perusahaan. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya menggunakan pengukuran konservatisme yang lain seperti market to book ratio dan menambahkan organ – organ good corporate governance yang lain dalam penelitian.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Konservatisme akuntansi, Tata Kelola Perusahaan, Teori Keagenan, Teori Shareholder, Teori Stewardship.
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Akuntansi, S1
    Depositing User: pkl1 tik 2017
    Date Deposited: 03 Mar 2017 06:05
    Last Modified: 03 Mar 2017 06:05

    Actions (login required)

    View Item