ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PBL DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF PADA MATERI PRISMA DAN LIMAS KELAS VIII

Hasbi Dirgahayu , 4101412174 (2016) ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PBL DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF PADA MATERI PRISMA DAN LIMAS KELAS VIII. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (4Mb)

    Abstract

    Dirgahayu, H. 2016.Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dengan Model Pembelajaran PBL Ditinjau dari Gaya Kognitif pada Materi Prisma dan Limas Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Prof. Dr. St. Budi Waluya, M.Si dan Pembimbing II Dra. Endang Retno Winarti, M.Pd. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah; Reflektif; Impulsif; Problem Based Learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji model pembelajaran PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematuka siswa pada materi luas permukaan prisma dan limas kelas VIII ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif. Penelitian ini merupakan penelitian Mix Method. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 15 Semarang sebanyak 285 siswa. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling purposif, terpilih dua kelompok sampel yaitu kelas VIIID sebagai kelompok eksperimen dan VIIIA sebagai kelompok kontrol. Subjek penelitian yang terpilih pada penelitian ini adalah 4 siswa kelas VIIID SMP N 15 Semarang. Pemilihan subjek penelitian ini didasari dengan menggunakan instrumen tes gaya kognitif Matching Familiar Figure Test (MFFT). Kemudian dilakukan wawancara dengan masingmasing 2 siswa dari siswa bergaya kognitif reflektif dan 2 siswa dari siswa bergaya kognitif impulsif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan model PBL efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Hasil ini ditunjukan dengan (1) kemampuan pemecahan masalah siswa mencapai ketuntasan (2) terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang tergolong sedang (3) pembelajaran degan model PBL lebih baik daripada pembelajaran dengan model STAD (4) respon siswa dalam pembelajaran dapat dikategorikan baik (5) aktivitas siswa dalam pembelajaran juga dapat dikategorikan baik. Siswa dengan gaya kognitif reflektif cenderung mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang tinggi. Hal ini ditunjukan pada tahap pemahaman masalah, merencanakan penyelesaian masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil pekerjaan siswa sudah melakukan dengan sangat baik. Sedangkan siswa dengan gaya kognitif impulsif cenderung mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang rendah. Hal ini ditunjukan pada tahap melaksanakan rencana dan pada saat memeriksa kembali hasil pekerjaan siswa belum bisa mengerjakan dengan baik.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kemampuan Pemecahan Masalah; Reflektif; Impulsif; Problem Based Learning
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Q Science > QA Mathematics
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Matematika, S1
    Depositing User: pkl5 tik 2017
    Date Deposited: 22 Feb 2017 07:29
    Last Modified: 22 Feb 2017 07:29

    Actions (login required)

    View Item