ANALISIS PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN KERJA ILMIAH SISWA SMP PADA MATERI TEKANAN

Eko Nita Yulia Rahmawati , 4201412035 (2016) ANALISIS PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN KERJA ILMIAH SISWA SMP PADA MATERI TEKANAN. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF
Download (2837Kb)

    Abstract

    Studi internasional yang mengukur prestasi matematika dan sains siswa yaitu TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) menunjukkan bahwa siswa Indonesia berada pada ranking amat rendah dalam kemampuan pemecahan masalah, pemakaian alat, prosedur dan melakukan investigasi (Depdiknas, 2013: 3). Oleh karena itu diperlukan sebuah inovasi dalam pendekatan pembelajaran IPA khusunya Fisika dengan meningkatkan dan mengembangkan kualitas pengajaran fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperolah deskripsi (1) kualitas penerapan model inkuiri terbimbing ditinjau dari pemahaman konsep dan kemampuan kerja ilmiah siswa kelas VIII pada materi tekanan, (2) pemahaman konsep siswa pada materi tekanan dan (3) kemampuan kerja ilmiah siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling yaitu kelas VIII D. Subjek penelitian ini adalah 9 siswa kelas VIII D SMP N 10 Tegal yang berasal dari kategori tinggi, kategori sedang, dan kategori rendah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah pengamatan, tes, dan wawancara. Kualitas penerapan model Inkuiri Terbimbing dianalisis berdasarkan aspek perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Tes pemahaman konsep dianalisis untuk mendiskripsikan persentase pemahaman konsep siswa. Kegiatan praktikum dianalisis untuk mendiskripsikan kemampuan kerja ilmiah. Hasil Penelitian ini diperoleh bahwa kualitas penerapan model Inkuiri Terbimbing berada dalam kriteria baik dengan penilaian hasil pembelajaran menunjukan 53,2% memenuhi KKM, pemahaman konsep siswa dapat dikatakan masih rendah yaitu pada tahapan instrumental understanding. Pemahaman konsep siswa tertinggi adalah mencontohkan dengan persentase sebesar 90,5%. Kemampuan kerja ilmiah siswa tergolong dalam kategori baik yaitu dengan ratarata persentse sebesar 75%. Kemampuan kerja ilmiah tertinggi berdasarkan indikator adalah mengamati yaitu sebesar 79% dengan kategori sangat baik. Saran dari peneliti, pada pelakasanan proses pembelajaran perlunya pembiasaan praktek kerja ilmiah agar siswa terbiasauntuk mengembangkan kemampuan kerja ilmiahnya sehingga membuat siswa belajar secara aktif dalam menemukan konsepdan diakhir pembelajaran perlu adanya konfirmasi agar tidak terjadi miskonsepsi materi.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Inkuiri Terbimbing, Pemahaman Konsep, Kemampuan Kerja Ilmiah, Tekanan.
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Q Science > QC Physics
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Fisika, S1
    Depositing User: pkl11 tik 2017
    Date Deposited: 22 Feb 2017 07:58
    Last Modified: 22 Feb 2017 07:58

    Actions (login required)

    View Item