ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN RASA PERCAYA DIRI SISWA SMK KELAS X PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI MODEL VAN HIELE DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF

Elanda Laksinta Putri, 4101412093 (2016) ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN RASA PERCAYA DIRI SISWA SMK KELAS X PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI MODEL VAN HIELE DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF. Under Graduates thesis, Universitas Negeri semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (5Mb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan kemampuan komunikasi matematis serta rasa percaya diri siswa SMK kelas X pada pembelajaran geometri model Van Hiele berbantuan alat peraga ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 2 siswa impulsif dan 2 siswa reflektif yang dipilih menggunakan instrumen MFFT. Teknik pengumpulan data yaitu dengan tes kemampuan komunikasi matematis tertulis, tes kemampuan komunikasi matematis lisan, wawancara, dokumentasi, skala sikap dan lembar pengamatan aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa impulsif secara tertulis adalah (1) dapat menuliskan ide matematis namun tidak benar atau dapat menuliskan ide matematis namun kurang tepat, (2) dapat mendemonstrasikan jarak dalam ruang dimensi tiga tapi belum benar (3) dapat membuat gambar tetapi kurang sesuai, (4) dapat menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan tetapi tidak mendefinisikan jarak dalam ruang dimensi tiga, (5) dapat menuliskan kesimpulan dari jawaban soal dengan benar, serta (6) dapat menggunakan notasi matematis tetapi belum tepat dan tidak memberikan keterangan atas notasi matematis tersebut. Sedangkan kemampuan komunikasi matematis subjek impulsif secara lisan adalah (1) dapat mengemukakan ide matematis tapi tidak benar, (2) dapat mendemonstrasikan jarak dalam ruang dimensi tiga tapi belum benar, (3) dapat membuat gambar tetapi kurang sesuai, (4) dapat mengemukakan apa yang diketahui dan ditanyakan tetapi tidak mampu mendefinisikan jarak dalam ruang dimensi tiga, (5) dapat mengemukakan kesimpulan dari jawaban soal dengan benar, serta (6) dapat menggunakan notasi matematis tetapi belum tepat. Untuk kemampuan komunikasi matematis siswa reflektif secara tertulis adalah (1) dapat menuliskan ide matematis dengan runtut, benar, dan tepat, (2) dapat mendemonstrasikan jarak dalam ruang dimensi tiga dengan benar, runtut, dan tepat, (3) dapat membuat gambar dan keterangan sesuai soal dengan benar dan lengkap, (4) dapat menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan serta mampu mendefinisikan jarak dalam ruang dimensi tiga, (5) dapat menuliskan kesimpulan dari jawaban soal dengan benar, serta (6) dapat menggunakan notasi matematis tetapi belum tepat dan tidak memberikan keterangan atas notasi matematis tersebut. Sedangkan kemampuan komunikasi matematis subjek reflektif secara lisan adalah (1) dapat mengemukakan ide matematis dengan runtut, benar, dan tepat, (2) dapat mendemonstrasikan jarak dalam ruang dimensi tiga dengan benar, runtut, dan tepat, (3) dapat membuat gambar dan keterangan sesuai soal dengan benar dan lengkap, (4) dapat mengemukakan apa yang diketahui dan ditanyakan serta mendefinisikan jarak dalam ruang dimensi tiga, (5) dapat mengemukakan kesimpulan dari jawaban soal dengan benar, serta (6) dapat menggunakan notasi matematis tetapi belum tepat. Untuk rasa percaya diri siswa impulsif berada dalam kategori sedang, sedangkan rasa percaya diri subjek reflektif berada dalam kategori tinggi.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kemampuan Komunikasi Matematis, Percaya Diri, Pembelajaran Geometri Model Van Hiele, Gaya Kognitif
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Matematika, S1
    Depositing User: pkl10 tik 2017
    Date Deposited: 09 Feb 2017 05:52
    Last Modified: 09 Feb 2017 05:52

    Actions (login required)

    View Item