ANALISIS HIDROLOGI DAN KAPASITAS SISTEM DRAINASE KOTA SURAKARTA

Fajar Priyo Hutomo, 5113412038 and Rheza Firmansyah, 5113412052 (2016) ANALISIS HIDROLOGI DAN KAPASITAS SISTEM DRAINASE KOTA SURAKARTA. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (25Mb)

    Abstract

    Banjir adalah aliran air sungai yang tingginya melebihi muka air normal, sehingga melimpas dari palung sungai menyebabkan adanya genangan pada lahan rendah di sisi sungai. Faktor alamiah terjadinya banjir kota adalah curah hujan yang sangat banyak dan tidak diimbangi dengan daerah resapan air yang baik. Tergenangnya daerah Kota Surakarta disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah air banjir lokal dan banjir kiriman. Banjir lokal diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, terutama saat musim hujan dan banjir kiriman yang disebabkan oleh aliran di daerah hulu DAS Solo yaitu Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dan Sub DAS – Sub DAS yang bermuara di Bengawan Solo. Kali Pepe Hilir terletak di tengah kota Surakarta merupakan salah satu sungai yang sering terjadi banjir kota. Studi kasus ini dilakukan di Kota Surakarta. Luas wilayah Kota Surakarta mencapai 44,04 km2 yang terbagi dalam 5 kecamatan, yaitu: Kecamatan Laweyan, Kecamatan Serengan, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Pasar Kliwon, dan Kecamatan Jebres. Berdasarkan metode penelitian, penulis membutuhkan alat dan bahan untuk membantu dalam proses pengumpulan data dan pengambilan sampel di lokasi. Alat yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa peralatan pribadi dan laboratorium. Bahan-bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data-data yang mengenai informasi seputar kondisi Kota Surakarta berupa peta topografi, data hidrologi dan data analisis hidrologi. Pada studi ini metode yang dipakai adalah Deskriptif Evaluatif, yaitu metode studi yang mengevaluasi kondisi obyektif / apa adanya pada suatu keadaan yang sedang menjadi obyek studi ( Supriharyono, 2002 ). Obyek studi yang dimaksud adalah, sistem jaringan drainase di Kota Surakarta. Analisis data yang dipakai adalah (1) analisis hidrologi; (2) analisis hidrolika; dan (3) analisis sumur resapan menurut Sunjoto. Kapasitas drainase eksisting masing-masing Sub DAS sekunder 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 di lokasi studi berdasarkan data curah hujan Q25 adalah 15,4 m3/s, 25,84 m3/s, 18,8 m3/s, 24,48 m3/s, 8,06 m3/s dan 53,88 m3/s, sehingga pada sub DAS 1, 3 dan 5 tidak mampu menampung debit banjir Q25 tahun; Debit kapasitas saluran primer Kali Pepe Hilir sebesar 189,60. Sehingga kapasitas saluran mampu untuk menampung debit banjir Kali Pepe Hilir; Kebutuhan sumur resapan yaitu pada sub DAS 1, Sub DAS 3 dan Sub DAS 5, desain sumur resapan dengan diameter 0,75 m, kedalaman 3,0 m dan debit banjir yang mampu ditampung oleh sumur resapan (Qo) = 0,0137 m3/s, 0,0094 m3/s, 0,00089 m3/s. Sehingga jumlah sumur resapan masing-masing Sub DAS sebanyak 1193, 1493, dan 1513 sumur resapan.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Analisis Hidrologi, Kapasitas Drainase, Sumur Resapan
    Subjects: T Technology > TYA Teknik Sipil
    Fakultas: Fakultas Teknik > Teknik Sipil, D3
    Depositing User: pkl6 tik 2017
    Date Deposited: 09 Feb 2017 05:49
    Last Modified: 09 Feb 2017 05:49

    Actions (login required)

    View Item