GAYA HIDUP TEKNOSEKSUAL DALAM TINJAUAN PERILAKU KONSUMEN (Studi Kasus Pada Pria Pekerja Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kota Semarang)

Ardy Prasetyo Murdianto , 3501402054 (2009) GAYA HIDUP TEKNOSEKSUAL DALAM TINJAUAN PERILAKU KONSUMEN (Studi Kasus Pada Pria Pekerja Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kota Semarang). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

PDF (GAYA HIDUP TEKNOSEKSUAL DALAM TINJAUAN PERILAKU KONSUMEN (Studi Kasus Pada Pria Pekerja Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kota Semarang)) - Published Version
Restricted to Registered users only

Request a copy

    Abstract

    Perkembangan dunia teknologi komunikasi dan informasi saat ini telah merambah ke berbagai negara. Implementasi teknologi infomasi dan komunikasi saat ini bekembang jenisnya mulai dari internet, e-commerce (electronic commerce), electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain sebagainya telah menerobos batas-batas kehidupan manusia. Perkembangan tersebut secara sadar maupun tidak sadar membawa banyak perubahan pada masyarakat, tidak terkecuali perubahan sosial maupun budaya yang membawa pengaruh kedalam berbagai bidang kehidupan. Salah satunya adalah gaya hidup teknoseksual. Teknoseksual merupakan gaya hidup pria di kota-kota besar yang memperhatikan penampilan, serta dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih (gadget) guna menunjang aktifitas dan penampilan. Salah satu perilaku yang sangat menonjol dari gaya hidup tersebut adalah pola perilaku konsumsi terhadap produk-produk perawatan penampilan serta konsumsi terhadap gadget. Namun, kebenaran argumen ini perlu dibuktikan melalui penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya hidup teknoseksual di kalangan pria di Kota Semarang, bagaimana gaya hidup tersebut mempengaruhi pola perilaku para individunya terutama dalam mengkonsumsi sebuah produk teknologi, serta bagaimana gaya hidup tersebut berpengaruh terhadap lingkungan sosial para individunya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gaya hidup teknoseksual, mengetahui pengaruh gaya hidup teknoseksual terhadap pola konsumsi seorang pria, serta mengetahui dampak yang ditimbulkan sebagai akibat gaya hidup teknoseksual dan perilaku konsumsinya terhadap kehidupan sosial, budaya masyarakat. Subjek penelitian ini adalah laki-laki yang bekerja di bidang teknologi informasi dan komunikasi, lebih khusus yang berprofesi sebagai Network Administrator (Administrasi Jaringan Komputer), Progammer (Pembuat dan perancang perangkat Lunak), IT Consultant (Konsultan Teknologi Informasi) di beberapa instansi/perusahaan di Kota Semarang. Metode dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi serta dokumentasi dengan berpedoman pada instrumen penelitian. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik reduksi dimana semua data yang dikumpulkan disaring kembali dengan memilih hal-hal yang sesuai dengan pokok penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya hidup teknoseksual merupakan sebuah gaya hidup pria yang tinggal di kota-kota besar dan disebabkan oleh perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Teknoseksual merupakan sebuah gaya hidup dimana seorang pria dimana seseorang pria yang selalu memperhatikan penampilan serta melengkapi diri dengan peralatan canggih guna menunjang penampilan serta aktifitasnya. Ciri khas atau pola perilaku yang membentuk dan membedakan antara gaya hidup teknoseksual dengan gaya hidup yang lain seperti yang ditemukan dalam penelitian ini adalah; pola perilaku konsumsi individunya terhadap produk teknologi, perawatan dan penunjang penampilan, barang-barang yang sering digunakan, lokasi yang dikunjungi dan pengetahuan. Perilaku konsumtif yang dimiliki oleh pelaku gaya hidup teknosekaual disebabkan oleh tingginya penghasilan yang diterima, rekan kerja (lingkungan), media massa, dan tersedianya berbagai fasilitas penunjang segala macam kegiatan seperti pusat perbelanjaan, hot spot internet wireless, dan lain-lain. Namun dari berbagai faktor tersebut diatas faktor penghasilan, media masa dan lingkunganlah yang menjadi penentu seberapa besar tingkat konsumsi terhadap sebuah produk. Berbagai dampak seperti peningkatan prestasi dan efisiensi kerja, individualistik, serta berbagai damapak kesehatan muncul sebagai akibat gaya hidup teknoseksual. Guna mencegah berbagai dampak negatif yang muncul sebagai akibat gaya hidup teknoseksual diperlukan adanya bantuan dari lingkungan dan orang-orang disekitar kita yang dapat menyadarkan pengguna addict tersebut serta memberi motivasi untuk memperbanyak kegiatan di luar rumah (menyibukkan diri) seperti olahraga, bersosialisasi dengan teman keluarga atau traveling . Penggunaan berbagai macam peralatan yang memiliki kecanggihan teknologi hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan. Lingkungan sangat berperan dalam memperhatikan dan mengajarkan individu agar dapat mengendalikan diri untuk tidak melakukan kegiatan konsumtif secara berlebihan selain itu, mengaktifkan diri di berbagai kegiatan masyarakat atau dengan mengikuti kegiatan organisasi masyarakat serta dapat mengelola keuangan secara cermat merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif gaya hidup teknosekual.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Gaya Hidup, Teknoseksual, Perilaku Konsumen
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 23 May 2011 03:28
    Last Modified: 23 May 2011 03:28

    Actions (login required)

    View Item