FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI PERSALINAN DI RUMAH SAKIT ROEMANI KOTA SEMARANG TAHUN 2008

Itsna Nofianti Fajrin, 6450404031 (2009) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI PERSALINAN DI RUMAH SAKIT ROEMANI KOTA SEMARANG TAHUN 2008. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI PERSALINAN DI RUMAH SAKIT ROEMANI KOTA SEMARANG TAHUN 2008) - Published Version
Download (842Kb)

    Abstract

    Depkes RI 1999, menyatakan kematian ibu lebih dari 90% adalah akibat dari komplikasi obstetric (persalinan). Data dari RS Roemani menyebutkan dari 826 kelahiran di tahun 2008 terdapat 450 kasus komplikasi persalinan. Dari banyaknya kasus tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian komplikasi persalinan. Hipotesis yang diajukan ialah adanya hubungan antara umur ibu, praktik ibu dalam pemeriksaan ANC, paritas, jarak kehamilan, riwayat medis dan riwayat obstetrik, tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan, tingkat pengetahuan, sikap ibu terhadap pemeriksaan ANC dan kualitas pelayanan ANC dengan kejadian komplikasi persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data primer dari wawancara terpimpin dengan kuesioner serta data sekunder dari RM. Penelitian ini dilaksanakan di RS Roemani pada 29 Oktober – 31 Nopember 2008. Populasi penelitian ialah seluruh ibu yang melahirkan di RS Roemani pada tahun 2008 yang berjumlah 826 responden. Sedangkan jumlah sampel setelah dihitung dengan rumus sampel minimal didapatkan 51 responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Analisis bivariat menggunakan uji statistik chi square dan uji korelasi koefisien kontingensi dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian komplikasi persalinan yaitu diantaranya; umur ibu (p: 0,003), praktik ibu dalam pemeriksaan ANC (p: 0,004), paritas (p 0,004), jarak kehamilan (p: 0,004), riwayat medis (p: 0,005) dan riwayat obstetrik (p: 0,000). Sedangkan faktor- faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian komplikasi persalinan yaitu diantaranya tingkat pendidikan (p: 0,091), pekerjaan (p 0,870), tingkat pendapatan (p: 0,438), tingkat pengetahuan (p: 0,523), sikap ibu terhadap pemeriksaan ANC (p: 0,103) dan kualitas pelayanan ANC (p: 0,249). Dengan demikian maka disarankan untuk menekan kejadian komplikasi persalinan dengan adanya perencanaan usia untuk hamil yaitu antara 20- 35 tahun, praktek pemeriksaan ANC secara rutin minimal 4 kali, perlu pembatasan paritas 2- 3, perlu pengaturan jarak kehamilan/kelahiran minimal 2 tahun, dan perlu menjaga kesehatan agar tidak timbul penyakit yang dapat menghambat persalinan dan mengantisipasi adanya komplikasi saat kehamilan dengan upaya diagnosis sedini mungkin. ---------------------------------------------------> Health Department (Depkes) of RI year 1999 state that more than 90% fatality rate of mothers were caused by obstetric (delivery) complication. Data from Roemani Hospital mentioned that of 826 delivery during year 2008, there were 450 case of delivery complicatins. Based on those case, the purposes of the reseach was to identify what factors to be connecting delivery complication occurance. Hypothesis proposed was there was association between mother’s age, practices in ANC examination, parity, pregnancy distance, medical history and obstetric history, education background, income level, knowledge level, attitudes to ANC examination and the quality of ANC service towards delivery complication occurance. This reseach was descriptive analytic one using cross sectional approach. Primary data were obtained from guided interview while secondary data were from RM. The reseach was conducted in Roemani Hospital at October 29th – 31st Nopember 2008. the population were all mothers who were delivering in Roemani Hospital during year 2008 as much 826 respondents. After calculating using minimal samples towards respondents, it found 51 respondents as the reseach samples. Bivariat analysis was perform using chi square statistic test and contingency coefficient correlation test of 95% confidence level. Reseach results showed that factors to be connecting with delivery complication were: mother’s age (p: 0,03), mother’s practices in ANC examination (p: 0,004, parity (p: 0,004), pregnancy distance (p: 0,004), medical history (p: 0,005) and obstetric history (p: 0,000). Factors which were not to be connecting with delivery complication included education background (p: 0,09), occupation status (p: 0,087), mother’s attitudes in ANC examination (p: 0,103) and quality of ANC service (p: 0,249). Furthermore, it is suggested to suppress delivery complication occurance by age planning in pregnancy that is between 20- 35 year, routine ANC examination practice at least 4 times a week, the need of 2- 3 parity limitation, pregnancy/ delivery distance minimal 2 years, and the need of keeping healthiness so that there is no disease endanger delivery. Besides, anticipating any complication during by early diagnosis is also needed.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Komplikasi Kehamilan, Komplikasi Persalinan, Ibu Bersalin pregnancy complication, delivery complication, delivering mother
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
    Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Kesehatan Masyarakat, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 18 May 2011 01:52
    Last Modified: 25 Apr 2015 00:49

    Actions (login required)

    View Item