GERAKAN SAREKAT BURUH SEMARANG TAHUN 1913-1925 SKRIPSI

Angghi Novita , 3111411032 (2015) GERAKAN SAREKAT BURUH SEMARANG TAHUN 1913-1925 SKRIPSI. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (1083Kb)

    Abstract

    Semarang adalah kota yang berkembang lewat proses industrialisasi yang dimulai sejak Liberalisasi dipraktikan di Hindia Belanda. Kala itu Semarang telah menjadi lalu lintas perdagangan gula dan memiliki pelabuhan tersibuk ketiga di Jawa yang berperan penting bagi perkembangan ekonomi kolonial. Liberalisasi pada akhirnya memunculkan sebuah kelas sosial baru bernama buruh. Peran penting Semarang kala itu menjadikan kota ini sibuk dengan aktivitas ekonomi yang membutuhkan tenaga buruh. Kapitalis Asing adalah pemilik modal yang menindas kaum proletar seperti buruh dengan upah minim yang diberikan. Buruh di Semarang kemudian membentuk sarekat buruh guna menjemput kesejahteraan mereka. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) apa latar belakang pembentukan sarekat buruh Semarang di masa kolonial (2) bagaimana perkembangan sarekat buruh di Semarang tahun 1913-1925 (3) apa dampak gerakan sarekat buruh Semarang tahun 1913-1925 terhadap kesejahteraan buruh di Semarang. Metode dalam penelitian ini berdasarkan metode penelitian sejarah, yaitu (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, dan (4) historiografi. Teknik mendapatkan sumber penulis lakukan dengan studi literasi lewat arsip, surat kabar sezaman, buku-buku, dan jurnal terkait penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diperoleh informasi bahwa sarekat buruh Semarang lahir atas kesadaran buruh dalam menentang Kapitalisme Asing, dan besar karena suasana politik di Semarang masa kolonial yang begitu hebat. Pergerakan sarekat buruh Semarang tahun 1913-1925 dibumbui dengan berbagai aksi pemogokan untuk menjemput kesejahteraan kaum buruh. Pemogokan terbesar sarekat buruh Semarang terjadi pada tahun 1923 oleh VSTP dan tahun 1925 oleh SPPL, SPRI, dan SBT. Suasana yang amat liberal membuat gerakan sarekat buruh Semarang lebih berani ketimbang sarekat buruh di kota lain di Hindia Belanda, para pembesar sarekat buruh seperti Sneevliet dan Semaoen juga menjadi aktor di balik kebesaran sarekat buruh Semarang. Kesimpulan penelitian ini adalah perkembangan sarekat buruh di Semarang sejalan dengan perkembangan komunisme di kota ini. Oleh karena itu SI Merah dan PKI mendukung perkembangan sarekat buruh Semarang. Maka pemberantasan komunisme pada 1926 telah membuat kemunduran hebat bagi sarekat buruh Semarang, sehingga dapat dikatakan gerakan arus bawah di Semarang mati suri sejak pemogokan hebat tahun 1925 terjadi secara sporadis di Semarang.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kapitalisme, Sarekat Buruh Semarang, Komunisme
    Subjects: D History General and Old World > DS Asia > Indonesian History
    L Education > LA History of education
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah, S1
    Depositing User: handoyo eko perpus
    Date Deposited: 20 Sep 2016 13:26
    Last Modified: 21 Sep 2016 09:39

    Actions (login required)

    View Item