PENGARUH KEPUASAN IMBALAN DAN KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU ETIS DALAM BEKERJA PADA PENEGAK HUKUM

Silpia Fitriani, 1511410059 (2014) PENGARUH KEPUASAN IMBALAN DAN KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU ETIS DALAM BEKERJA PADA PENEGAK HUKUM. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (3459Kb)

    Abstract

    Perilaku etis dalam bekerja penegak hukum selalu mempunyai daya tarik untuk dikaji, karena profesi penegak hukum merupakan pelaksana utama dari fungsi penegakan keadilan di Indonesia. Selama proses peradilan, hakim dan jaksa senantiasa dituntut untuk bekerja sesuai kode etik perilaku yang telah diatur dalam kode etik profesi penegak hukum. Namun, dalam pelaksanaannya masih ada hakim dan jaksa melanggar kode etik profesi tersebut yang berdampak pada ketidakadilan. Sehingga menimbulkan stigma negatif dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku etis dalam bekerja penegak hukum adalah kepuasan imbalan dan kontrol diri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. populasi penelitian ini adalah hakim pengadilan negeri semarang dan jaksa kejaksaan negeri semarang yang berjumlah 57 responden. teknik sampling yang digunakan adalah studi populasi atau sampling jenuh, dimana semua subjek penelitian seiambil ebagai sampel atau responden. alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan skala. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Secara simultan kepuasan imbalan dan kontrol diri berpengaruh signifikan terhadap perilaku etis dalam bekerja penegak hukum sehingga hipotesis ketiga (H3) diterima. Nilai koefisien korelasi (R) yaitu 0,736 dan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,542. Artinya sumbangan pengaruh kepuasan imbalan dan kontrol diri terhadap perilaku etis dalam bekerja sebesar 54,2%. Nilai koefisien persamaan garis regresi variabel kepuasan imbalan terhadap variabel perilaku etis dalam bekerja adalah -0,410 dan nilai T hitung < T tabel atau -0,942 < 2,051 dengan p sebesar 0,355 atau p < 0,05. Artinya secara parsial tidak ada pengaruh positif dan signifikan antara kepuasan imbalan terhadap perilaku etis dalam bekerja penegak hukum sehingga hipotesis pertama (H1) ditolak. Hal ini dapat dijelaskan menggunakan teori Herzberg “model 2 faktor”, responden akan merasa puas terhadap terhadap pekerjaan mereka yang akan berdampak pada perilaku etis dalam bekerja apabila faktor hygiene (dissatisfiers) diberikan dengan disertai faktor motivator (satisfiers). Sedangkan nilai koefisien persamaan garis regresi variabel kontrol diri terhadap variabel perilaku etis dalam bekerja sebesar 1,329 dan nilai T hitung > T tabel atau 5,647 > 2,051 dengan p sebesar 0,000 atau p > 0,05. Artinya secara parsial ada pengaruh positif signifikan antara kontrol diri terhadap perilaku etis dalam bekerja penegak hukum sehingga hipotesis kedua (H2) diterima.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: kepuasan imbalan, kontrol diri, perilaku etis dalam bekerja
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi (S1)
    H Social Sciences > HB Economic Theory
    K Law > K Law (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi (S1)
    Depositing User: maria perpus unnes
    Date Deposited: 20 Jul 2016 14:03
    Last Modified: 20 Jul 2016 14:03

    Actions (login required)

    View Item