KEEFEKTIFAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI LINGKARAN KELAS VIII

Siti Kurniati , 4101410057 (2014) KEEFEKTIFAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI LINGKARAN KELAS VIII. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (KEEFEKTIFAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI LINGKARAN KELAS VIII) - Published Version
Download (8Mb)

    Abstract

    Pada pembelajaran matematika materi lingkaran, kemampuan pemecahan masalah merupakan bagian yang menggambarkan seberapa besar peserta didik menguasai materi yang diajarkan.Oleh sebab itu, perlu ada model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran CTL. Model pembelajaran CTL mendorong peserta didik aktif dalam pembelajaran. Peserta didik harus aktif dalam mengkonstruk materi, bertanya apa yang belum dipahami, serta berdiskusi dengan kelompoknya dalam menemukan rumus, memodelkan rumus, menyimpulkan materi pembelajaran dan memecahkan masalah yang didapat. Keaktifan peserta didik tersebut akan menentukan kemampuan pemecahkan masalah mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) persentase banyak peserta didik kelas eksperimen mencapai ketuntasan minimal 75% atau tidak, (2) terdapat pengaruh positif antara keaktifan belajar peserta didik kelas ekaperimen terhadap kemampuan pemecahan masalah atau tidak, (3) rata-rata nilai tes kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol atau tidak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Boja tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling dan terpilih kelas VIIIH sebagai kelas eksperimen sedangkan sebagai kelas kontrol adalah kelas VIIIG. Metode yang digunakan untuk memperoleh data adalah metode observasi dan tes. Desain penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan Posttest-Only Control Design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah keaktifan peserta didik (X1), sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Analisis data awal menggunakan uji normalitas dan homogenitas, sedangkan uji data akhir menggunakan uji normalitas, homogenitas, proporsi, analisis regresi dan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan:(1) persentase banyak peserta didik kelas eksperimen adalah 84,375%, (2) Keaktifan belajar peserta didik kelas kelas eksperimen berpengaruh positif yaitu berpengaruh sebesar pada kemampuan pemecahan masalah materi garis singgung persekutuan dua lingkaran, dan(3) Rata-rata nilai tes kemampuan pemecahan masalah materi garis singgung persekutuan dua lingkaran peserta didik kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Pada kelas eksperimen rata-rata nilai tesnya yaitu 82,81 dan pada kelas kontrol rata-rata nilai tesnya yaitu 75,97.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pemecahan masalah; garis singgung; CTL
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Q Science > QA Mathematics
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Matematika, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 25 Jan 2016 06:55
    Last Modified: 25 Jan 2016 06:55

    Actions (login required)

    View Item