KOMPARASI PEMBELAJARAN SAVI DAN REACT PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS-VIII MATERI KUBUS DAN BALOK

Andriawan Meka Siswoyuono , 4101410015 (2014) KOMPARASI PEMBELAJARAN SAVI DAN REACT PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS-VIII MATERI KUBUS DAN BALOK. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (KOMPARASI PEMBELAJARAN SAVI DAN REACT PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS-VIII MATERI KUBUS DAN BALOK) - Published Version
Download (3306Kb)

    Abstract

    Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran matematika SMP/MTs. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah adalah dengan meningkatkan kualitas guru melalui inovasi model pembelajaran di dalam kelas.Dalam penelitian ini, peneliti mengomparasikan kemampuan pemecahan masalah melalui model pembelajaran SAVI dan REACT. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) apakah kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model pembelajaran SAVI dapat mencapai ketuntasan belajar, (2) apakah kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model pembelajaran REACT dapat mencapai ketuntasan belajar, dan (3) apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan kedua model tersebut dan manakah yang lebih baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan post test-only control design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ungaran tahun pelajaran 2013/2014 dengan sampel diambil secara cluster random sampling dan terpilih kelas VIII C sebagai kelas eksperimen 1 dengan model pembelajaran SAVI, kelas VIII D sebagai kelas eksperimen 2 dengan model pembelajaran REACT, dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan metode dokumentasi, metode observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru, dan metode tes untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa yang kemudian dianalisis dengan uji proporsi, uji perbedaan rata-rata, dan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menujukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa kelompok eksperimen 1 sebesar 86,17, kelas eksperimen 2 sebesar 88,83, dan kelas kontrol sebesar 80,83. Jadi, rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa baik kelas eksperimen 1 maupun kelas eksperimen 2 sama-sama mencapai ketuntasan belajar. Selanjutnya, dari hasil uji perbedaan rata-rata dengan bantuan SPSS diperoleh Sig. = 0,001 < 0,05, sehingga H1 diterima. Hal tersebut berarti terdapat perbedaan signifikan rata-rata posttest antara ketiga kelas tersebut. Kemudian, melalui uji lanjut Tukey didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata posttest antara kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2. Jadi, dapat disimpulkan bahwa baik model pembelajaran SAVI dan model pembelajaran REACT sama-sama efektif untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa materi kubus dan balok. Peneliti menyarankan agar guru melakukan pengembangkan model pembelajaran SAVI dan REACT untuk mengembangkan hasil belajar siswa lebih khusus pada kemampuan pemecahan masalah pada materi yang lain

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: KemampuanPemecahanMasalah; Komparasi; SAVI; REACT
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Q Science > QA Mathematics
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Matematika, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 25 Jan 2016 06:42
    Last Modified: 25 Jan 2016 06:42

    Actions (login required)

    View Item