Pengaruh Jabatan Fungsional Terhadap Motivasi Kerja Pamong Belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) eksKaresidenan Semarang

Eky Septiarini, 1201404024 (2009) Pengaruh Jabatan Fungsional Terhadap Motivasi Kerja Pamong Belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) eksKaresidenan Semarang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

PDF (Pengaruh Jabatan Fungsional Terhadap Motivasi Kerja Pamong Belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) eksKaresidenan Semarang) - Published Version
Restricted to Registered users only

Request a copy

    Abstract

    Salah satu penilaian untuk kenaikan jabatan fungsional adalah penilaian atas prestasi yang dicapai oleh seorang pamong belajar dalam mengerjakan butir rincian kegiatan yang dilakukan. Dengan demikian bagi pamong belajar yang memiliki keinginan untuk cepat naik jabatan tentunya akan lebih termotivasi dalam mengerjakan setiap tugas dan tanggungjawabnya untuk mencapai standar prestasi yang menjadi syarat dalam kenaikan jabata. Dari kenyataan tersebut penulis tertarik mengkaji permasalahan tentang : 1) Bagaimana tingkat jabatan fungsional pamong belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ?, 2) Bagaimana motivasi kerja pamong belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ?, dan 3) Adakah hubungan antara jabatan fungsional dengan motivasi kerja pamong belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ?. Penelitian kuantitatif ini menggunakan populasi seluruh pamong belajar yang ada di Sanggar Kegiatan Belajar Eks-Karesidenan Semarang yang tersebar di lima Kabupaten, yang jumlahnya 51 orang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 65% dari anggota populasi yang diambil menggunakan teknik Quota Proporsive Random Sampling. Adapun penelitian fokuskan pada variabel kenaikan jabatan fungsional dan motivasi kerja pamong belajar. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dan metode angket. Sebelum digunakan untuk penelitian angket ini telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis terhadap data penelitian dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik menggunakan rumus korelasi. Hasil penelitian menunjukkan pamong di SKB Eks-Karisidenan semarang sebagian besar memiliki tingkat jabatan fusional sebagai pamong belajar muda yaitu 14 orang (38,89%), selebihnya yaitu 10 orang (27,78%) sebagai pamong belajar madya dan 12 orang (33,33%) sebagai pamong belajar pelaksana. Ditinjau dari motivasi kerjanya sebagian besar tinggi yaitu 18 orang (50,00%), selebihnya sangat tinggi yaitu 14 orang (38,89%), dan sedang yaitu 4 orang (11,11%). Dari hasil analisis korelasi diperoleh koefisien korelasi 0,516 > rtabel = 0,329. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jabatan fungsional dengan motivasi kerja pamong belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Eks-Karisidenan Semarang. Saran yang dapat penulis ajuakan antara lain : 1) Mengingat motivasi kerja pamong belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) eks-Karisidenan Semarang sudah tinggi, hendaknya mereka mempertahankannya atau bahkan meningkatkannya agar menjadi sangat tinggi sehingga proses kenaikan jabatan fungsionalnya menjadil lebih cepat, 2) Mengingat kontribusi tingkat kenaikan jabatan kerja terhadap motivasi kerja pamong belajar di SKB eks-Karisidenan Semarang hanya 26,6%, maka perlu dilakukan penelitian lanjutan terhadap variabel-variabel lain yang memberikan kontribusi lebih tinggi terhadap motivasi, dan 3) Mengingat taraf signifikansi dalam penelitian ini masih 5%, maka bagi penelitian selanjutnya hendaknya menggunakan taraf signifikansi yang lebih tinggi yaitu 1% agar kesimpulan dari hasil penelitian yang diperoleh lebih meyakinkan.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Jabatan Fusional, Motivasi Kerja
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah, S1
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah (S1)
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 09 May 2011 00:10
    Last Modified: 09 May 2011 00:11

    Actions (login required)

    View Item