METODE SAS (STRUKTUR, ANALITIS, DAN SINTESIS) DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DI KELAS TERAMPIL SANGGAR DHARMO YUWONO PURWOKERTO

Mulyo Setiyowati , 2501411026 (2015) METODE SAS (STRUKTUR, ANALITIS, DAN SINTESIS) DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DI KELAS TERAMPIL SANGGAR DHARMO YUWONO PURWOKERTO. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (METODE SAS (STRUKTUR, ANALITIS, DAN SINTESIS) DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DI KELAS TERAMPIL SANGGAR DHARMO YUWONO PURWOKERTO ) - Published Version
Download (1276Kb)

    Abstract

    Jalur pendidikan ada 3 yaitu formal, nonformal, dan informal. Sanggar merupakan tempat pelatihan dalam jenis pendidikan nonformal. Sanggar Dharmo Yuwono merupakan salah satu sanggar di Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan pembelajaran di kelas terampil Sanggar Dharmo Yuwono menggunakan metode SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis), metode ini milik Bahasa Indonesia yang diadopsi pada tari, sehingga harus diikuti metode imam/ meniru, karena karakteristik tari dengan bahasa berbeda. Metode SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis) lebih memperhatikan kreatifitas dan keaktifan siswa. Masalah penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan metode SAS dan faktor apakah yang mendukung dan menghambat pelaksanaan metode SAS dalam pembelajaran seni tari di kelas terampil Sanggar Dharmo Yuwono Purwokerto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, dan mendeskripsikan pelaksanaan metode SAS, serta mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan metode SAS dalam pembelajaran seni tari di kelas terampil Sanggar Dharmo Yuwono Purwokerto. Peneliti menggunakan pendekatan pedagogis bahwa guru dalam pelaksanaan pembelajaran membantu, mendorong, dan membimbing perbuatan belajar anak didiknya, juga perlu diakui ada beberapa siswa yang dapat berhasil menerima pelajaran yang diberikan gurunya dengan baik. Hal ini dikaitkan dengan pembelajaran di sanggar bahwa siswa mampu memahami materi pelajaran dengan kemampuan dirinya sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan pada kelas terampil ada 3 tahap yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian penutup. Pada bagian inti terdapat metode SAS yang dipadukan dengan metode imam, dan demonstrasi. Penyampaian materi secara struktural yaitu keseluruhan, analitis menjelaskan ragam gerak secara penggal per penggal, dan sintesis menggabungkan kembali menjadi satu kesatuan. Evaluasi sebagai ujian kenaikan tingkat diadakan pada bulan Juni, serta beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat metode SAS dalam pembelajaran seni tari di kelas terampil Sanggar Dharmo Yuwono Purwokerto. Berdasarkan hasil penelitian ini, pengajar lebih memperhatikan lagi dari cara mengatur waktu supaya tidak terburu-buru dalam menjelaskan materi. Pengajar dan siswa lebih meningkatkan kerjasama dengan baik misalnya diusahakan berangkat tepat waktu, sehingga waktu dapat dimanfaatkan secara efektif. Pada alat pendukung pembelajaran, tape recorder yang sudah lama dipakai bisa digantikan dengan yang baru guna meningkatkan pelaksanaan pembelajaran selanjutnya

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Metode, Pembelajaran, Sanggar
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Tari)
    Depositing User: yuniati perpus unnes
    Date Deposited: 07 Jan 2016 07:41
    Last Modified: 07 Jan 2016 07:41

    Actions (login required)

    View Item