KAJIAN ESTETIK DAN SIMBOLIK BATIK BANYUMAS (Studi Pada Perusahaan Batik Hadipriyanto)

Aka Krisnawan , 2401410005 (2015) KAJIAN ESTETIK DAN SIMBOLIK BATIK BANYUMAS (Studi Pada Perusahaan Batik Hadipriyanto). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (KAJIAN ESTETIK DAN SIMBOLIK BATIK BANYUMAS (Studi Pada Perusahaan Batik Hadipriyanto) - Published Version
Download (4Mb)

    Abstract

    Pengetahuan tentang nilai estetik dalam seni kerajinan batik merupakan hal yang tepat untuk menciptakan wawasan yang luas mengenai batik terhadap masyarakat. Kabupaten Banyumas menghasilkan kerajinan batik, meskipun tidak setenar Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan. Kerajinan batik sesungguhnya tidak semata-mata digunakan sebagai sandang saja, namun di dalamnya memiliki nilai estetik, baik intrinsik maupun ekstrinsik. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah (1) struktur bentuk motif batik Banyumas, dan (2) nilai estetik seni batik Banyumas, dan (3) nilai simbolik batik Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Perusahaan Batik Hadipriyanto Banyumas yang bertempat di Jl. Mruyung 46 Banyumas. Teknik pengumpulan data menggunakan; (1) observasi (pengamatan), (2) interview (wawancara), dan (3) studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan menarik simpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa batik Banyumas yang dikembangkan di Perusahaan Batik Hadi Priyanto terdiri atas motif yang proses penciptaannya menggunakan referensi dari flora dan fauna. Berdasarkan keseluruhan motif batik yang berkembang di Kabupaten Banyumas di antaranya, terdapat delapan motif batik khas yakni motif batik Babon Angrem, Serayuan, Merakan, Godong Kosong, Sekar Jagad, Gemek Setekem, Jae Srimpang, dan motif Pitik Walik. Batik Banyumas memiliki nilai estetik yang terdiri dari unity yang terbentuk dari keseluruhan motif hias yang ditampilkan, complexity yang terbentuk dari kerumitan dalam proses pembuatannya, serta intensity yaitu kesungguhan dalam proses pembuatan atau kesan yang ditampilkan pada motif batik. Delapan motif yang disebut di atas memiliki nilai simbolik atau nilai ekstrinsik yang hampir sama yaitu nilai toleransi bermasyarakat dan nilai-nilai kerakyatan serta gotong royong. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka Perusahaan Batik Hadipriyanto dalam mengembangkan batik Banyumas perlu: 1) Memberikan sumbangan berupa pengetahuan kepada masyarakat luas tentang nilai estetis batik Banyumas, 2) Memberikan pengetahuan akan nilai estetik yang diberikan kepada anak-anak didik, 3) Memberikan informasi kepada sentra industri batik tentang nilai estetis dan pengetahuan karya seni batik dari Kabupaten Banyumas dan, 4) Memberikan informasi tentang nilai estetis batik Banyumas kepada Dinas Pariwisata agar untuk kepentingan pelestarian dan pengembangan.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kajian, Motif Batik, Estetika
    Subjects: N Fine Arts > NC Drawing Design Illustration
    N Fine Arts > ND Painting
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Rupa (S1)
    Depositing User: yuniati perpus unnes
    Date Deposited: 23 Nov 2015 13:02
    Last Modified: 24 Nov 2015 07:24

    Actions (login required)

    View Item