MENGUNGKAP SEJARAH DAN MOTIF BATIK SEMARANG SERTA PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT KAMPUNG BATIK SEMARANG TAHUN 1970-1998


Susi Afreliyanti , 3111411022 (2015) MENGUNGKAP SEJARAH DAN MOTIF BATIK SEMARANG SERTA PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT KAMPUNG BATIK SEMARANG TAHUN 1970-1998. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of 3111411022-s.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (1MB) | Preview

Abstract

Kampung Batik merupakan penghasil batik terbesar di Semarang. Awal dari kemunculan batik Semarang tersebut bermula dari ide para perajin batik di semarang untuk membuat batik khas semarang, dan batik semarang tersebut masuk ke dalam jenis batik pesisiran yang terkenal pada abad ke-18 hingga 19. Pada awal abad ke-20 menyatakan bahwa banyak penduduk pribumi di Kota Semarang bermata pencaharian di sektor industri kerajinan batik. Tahun 1970-an banyak peristiwa pembangkitan Kampung Batik. Mengenai jenis motif batik yang menarik dibahas ialah memiliki kekhasan khusus, dan tentu saja motif tersebut tidak bisa dijumpai pada batik manapun di nusantara selain di Semarang. Selain itu muncul juga Pengaruh dari adanya batik semarang terhadap masyarakat kampung batik, yang beranggapan masih belum sepakat mengenai motif dan ragam Khas Batik Semarang. Metode penelitian yang digunakan berupa metode historis, yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik (mengumpulkan sumber-sumber sejarah); kritik sumber (penilaian kebenaran sumber); interpretasi (mewujudkan rangkaian bermakna dari fakta sejarah); dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa awal kemunculan Kampung Batik Semarang tersebut karena banyaknya para perajin yang bermukim, sehingga kampung batik dikenal sebagai Sentra Kerajinan Batik Semarang. Kampung Batik ini adalah tempat penghasil batik terbesar disemarang.Tahun 1970-an muncul Perusahaan Batik terkenal bernama “Batik kerij Tan Kong Tin” Yang banyak mengusung tema motif terkenal pada masa itu.Melihat motif-motif yang ada disemarang terlihat sekali pengaruh belanda, banyak juga yang menyebut batikbatik semarang sebagai batik kolonial. Namun pada awal produksinya motif batik banyak didominasi keturunan Tionghoa. Pada Tahun 1997 Telah disepakati Secara Umum oleh konvensi batik internasional yaitu proses penulisan gambar atau ragam hias pada media apapun menggunakan lilin batik (wax) sebagai alat printing pewarnaan batik. Namun memasuki tahun 1970-an produksi batik mulai menurun karena masuknya produksi tekstil dari luar negeri. Lalu batik Semarang mengalami kemunduranpada tahun 1998 karena krisis moneter. Pengaruh ke Masyrakatnya sendiri mencakup 3 Bidang antara lain pengaruh Ekonomi, Sosial dan Budaya.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Batik Semarang, Kampung Batik, Kondisi Ekonomi, Sosial, Budaya
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah, S1
Depositing User: imanda fachruddin unnes
Date Deposited: 17 Nov 2015 00:19
Last Modified: 17 Nov 2015 00:19
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/22621

Actions (login required)

View Item View Item