DELINKUENSI PADA REMAJA PUTRI YANG DITINGGAL AYAH


Driya Ariyani Yutika, 1511410053 (2015) DELINKUENSI PADA REMAJA PUTRI YANG DITINGGAL AYAH. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of 1511410053-s.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena delinkuensi pada remaja putri semenjak ditinggal oleh figur ayah. Remaja putri dinilai lebih berorientasi pada relasi dan perasaan sehingga membuat mereka mudah terpengaruh hal negatif, terlebih pada remaja putri yang berorang tua tunggal menyebabkan kurangnya perhatian karena orang tua tunggal harus berperan ganda dalam mencari nafkah dan mendidik anak-anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran delinkuensi yang dilakukan oleh remaja putri beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini melibatkan dua orang remaja putri berusia 14 dan 16 tahun yang memiliki kecenderungan delinkuen dan ditinggal oleh ayah di Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Penelitian ini dilakukan secara studi kasus dengan menggunakan metode pengumpulan data, yakni: wawancara dan observasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik triangulasi sumber, yakni mengeceknya dengan berbagai sumber data yang diperoleh dari narasumber utama maupun narasumber sekunder. Berdasarkan hasil temuan yang didapat bahwa kedekatan remaja putri lebih mengacu pada figur ayah yang dinilai sebagai sosok pelindung, pemberi rasa aman dan adanya keterikatan ekonomis, sehingga kehilangan figur seorang ayah membuat remaja putri mencari perlindungan dengan bergabung dalam peer group atau mendapatkannya dari kekasihnya. Ditambah kesibukan ibu tunggal yang berperan ganda dalam mencari nafkah dan mengasuh anak-anaknya, menjadikan remaja putri merasa kurang akan perhatian, sehingga lebih sering mencari perhatian di luar rumah. Disamping itu lingkungan luar, dimana dan dengan siapa mereka biasanya bergaul juga turut berperan dalam pembentukan delinkuensi. Lingkungan dan warga sekitar rumah yang kurang nyaman dan tidak adanya teman sebaya juga menjadi pemicu narasumber untuk mencari teman di luar lingkungan tersebut. Temuan lain dalam delinkuensi pada remaja putri yakni pada faktor yang mempengaruhinya meliputi jumlah saudara kandung dan adanya anak kesayangan. Jumlah saudara kandung membuat ibu tunggal harus membagi perhatiannya, semakin banyak saudara kandung maka semakin banyak pula perhatian yang terbagi dan adanya anak kesayangan dari pihak ibu juga membuat remaja putri merasa iri dengan saudaranya sendiri sehingga mencari perhatian di luar rumah.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: delinkuensi, remaja putri, ditinggal ayah
Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi (S1)
Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi (S1)
Depositing User: muhammad farhan unnes
Date Deposited: 14 Nov 2015 19:14
Last Modified: 14 Nov 2015 19:14
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/22572

Actions (login required)

View Item View Item