PENGEMBANGAN BIOGAS DALAM RANGKA PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN DI DESA JETAK KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG


Wahyu Febriyanita, 3211411051 (2015) PENGEMBANGAN BIOGAS DALAM RANGKA PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN DI DESA JETAK KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of 3211411051-S.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (1MB) | Preview

Abstract

Kebutuhan energi yang semakin meningkat sedangkan ketersediaan energi semakin menurun menyebabkan adanya kelangkaan energi. Sehingga diperlukan adanya pemanfaatan energi alternatif, salah satunya adalah biogas. Limbah peternakan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi terbarukan. Tujuan dari penelitian ini: (1) Mengetahui potensi energi biogas di Desa Jetak, (2) Mengkaji proses pembuatan biogas di Desa Jetak, (3) Menganalisis pemanfaatan energi biogas di Desa Jetak. Populasi penelitian yaitu keseluruhan pengguna biogas yang ada di Desa Jetak sebesar 43 kepala keluarga. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel metode total sampling. Metode penelitian menggunakan metode observasi, metode wawancara, metode kuisioner, dan metode dokumentasi. Alat pengumpul data menggunakan GPS dan instrumen. Analisis data dengan cara deskriptif presentase. Hasil penelitian yaitu jumlah peternak di Desa Jetak ada 78 peternak dengan jumlah keseluruhan sapi ada 342 ekor. Ada 43 (55%) pengguna biogas yang tersebar di 6 dusun. Energi biogas yang sudah dimanfaatkan sebesar 424 m 3 /hari. Waktu pembuatan biogas setiap hari ada 31 pengguna (72,1%), 3 hari sekali (20,9%), 1 minggu sekali (7,0%) dengan jumlah kotoran ternak lebih dari 10kg. Pemanfaatan biogas untuk memasak (83,7%), untum memasak dan penerangan (16,3%). Pengguna biogas yang sudah menyalurkan kepada tetangga sebanyak 7 pengguna (16,3%) dan yang belum sebanyak 36 pengguna (83,7%). Pemanfaaatan limbah sisa biogas sebagai pupuk tanaman pertanian sebanyak 34 pengguna (79,1%) dan yang belum sebanyak 8 pengguna (20,9%). Pengguna biogas dapat menghemat Rp 86.000/bulan dan Rp 12.000/bulan dibanding menggunakan LPG dan kayu bakar. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah adanya ketersediaan ternak dan ketersediaan pakan yang cukup menjadi potensi pengembangan biogas. Pengisian kotoran ternak pada proses pembuatan biogas sebagian besar dilakukan pada pagi dan sore hari dengan kendala yang dihadapi adalah keterbatasan tenaga, tersumbatnya instalasi dan kebocoran gas. Pemanfaatan biogas digunakan untuk memasak dan penerangan. Limbah sisa biogas digunakan sebagai pupuk tanaman pertanian. Terkait dengan hasil penelitian maka peneliti memberikan saran bahwa diperlukan adanya bantuan permodalan dan peningkatan fasilitas sarana prasarana penunjang, pengembangan minat masyarakat, dan tersedianya alat ukur pendistribusian energi kepada tetangga oleh pemerintah maupun LSM terkait.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Biogas, Pemanfaatan, Energi Terbaruka
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
Depositing User: erni setyaningsih unnes
Date Deposited: 13 Nov 2015 10:46
Last Modified: 13 Nov 2015 10:46
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/22092

Actions (login required)

View Item View Item