PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DAN KONFLIK KELUARGA-PEKERJAAN PADA KEPUASAN KERJA DENGAN SENTRALITAS PEKERJAAN-KELUARGA SEBAGAI VARIABEL MODERATOR (Studi pada Perawat Instalasi Rawat Inap Jiwa RSJ Prof.dr. Soerojo Magelang)

Andriyani Novitasari, 7311411078 (2015) PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DAN KONFLIK KELUARGA-PEKERJAAN PADA KEPUASAN KERJA DENGAN SENTRALITAS PEKERJAAN-KELUARGA SEBAGAI VARIABEL MODERATOR (Studi pada Perawat Instalasi Rawat Inap Jiwa RSJ Prof.dr. Soerojo Magelang). Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1418Kb)

    Abstract

    Pekerjaan dan keluarga merupakan dua bidang penting dalam kehidupan sosial orang dewasa. Apabila keduanya tidak dapat berjalan dengan seimbang maka, dapat mengakibatkan konfik, diantaranya konflik pekerjaan-keluarga dan konflik keluarga-pekerjaan. Konflik tersebut ternyata dapat menurunkan kepuasan kerja karyawan. Pandangan seseorang tentang nilai kepentingan antara pekerjaan atau keluarga dalam hidup ternyata mampu mempengaruhi konflik yang dialami individu dan cara penyelesaiannya (sentralitas pekerjaan-keluarga). Tujuan penelitian ini untuk menguji konflik pekerjaan-keluarga dan konflik keluarga- pekerjaan pada kepuasan kerja, serta menguji variabel sentralitas pekerjaan- keluarga sebagai variabel moderator dalam model tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat Instalasi Rawat Inap Jiwa RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penarikan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Sampel ditetapkan sebanyak 156 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Tingkat pengembalian kuesioner sebanyak 100%. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi, dan analisis nilai selisih mutlak. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan, bahwa konflik pekerjaan- keluarga dan konflik keluarga-pekerjaan berpengaruh pada kepuasan kerja. Hasil analisis regresi moderasi menunjukkan, bahwa sentralitas pekerjaan merupakan variabel moderator, sedangkan sentralitas keluarga bukan merupakan variabel moderator. Simpulan dari penelitian ini adalah ketika karyawan mengalami konflik pekerjaan-keluarga maupun konflik keluarga-pekerjaan yang tinggi akan mengakibatkan menurunnya kepuasan kerja. Sentralitas pekerjaan terbukti memperlemah hubungan negatif konflik pekerjaan-keluarga pada kepuasan kerja. Artinya, ketika perawat mengalami konflik dari pekerjaan yang dibawa ke keluarga, namun perawat tersebut mempunyai sentralitas pekerjaan, menjadikan kepuasan karyawan tidak begitu menurun. Sedangkan, sentralitas keluarga tidak terbukti memperlemah hubungan konflik keluarga-pekerjaan pada kepuasan kerja. Artinya, ketika perawat mengalami konflik keluarga-pekerjaan dan mengakibatkan menurunnya kepuasan kerja, pandangan mengenai keluarga lebih penting ternyata tidak menjadikan kepuasan kerja menjadi begitu menurun. Penulis menyarankan penelitian selanjutnya agar mengembangkan penelitian mengenai sentralitas pekerjaan-keluarga secara lebih lanjut dengan variabel lain.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Konflik Pekerjaan-Keluarga, Konflik Keluarga-Pekerjaan, Sentralitas Pekerjaan-Keluarga, Kepuasan Kerja
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi (S1)
    H Social Sciences > HG Finance
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Manajemen, S1
    Depositing User: Unnes Margi Fitriawan
    Date Deposited: 13 Nov 2015 04:38
    Last Modified: 13 Nov 2015 04:38

    Actions (login required)

    View Item