ANALISIS KUALITAS PEMBELAJARAN MODEL EMPAT-K BERBANTUAN THINKING MAP DAN KETERAMPILAN HIGHER ORDER THINKING PADA MATERI RATIOS AND PROPORTIONS SISWA KELAS VII

Anggun Fajar Anggraeni, 4101411109 (2015) ANALISIS KUALITAS PEMBELAJARAN MODEL EMPAT-K BERBANTUAN THINKING MAP DAN KETERAMPILAN HIGHER ORDER THINKING PADA MATERI RATIOS AND PROPORTIONS SISWA KELAS VII. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (3104Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran (1) kualitas pembelajaran model Empat-K berbantuan thinking map pada materi Ratios and Proportions dalam mengeksplorasi keterampilan higher order thinking siswa kelas VII SMP Semesta Semarang dan (2) keterampilan higher order thinking siswa kelas VII SMP Semesta Semarang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VII C SMP Semesta Semarang yang berasal dari kategori atas rata-rata (ART), kategori rata-rata (RT), dan kategori bawah rata-rata (BRT). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah pengamatan, tes, dan wawancara. Kualitas pembelajaran model Empat-K berbantuan thinking map dianalisis berdasarkan aspek perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Tes Keterampilan Higher Order Thinking (TKHOT) dan wawancara dianalisis untuk mendeskripsikan karakteristik keterampilan higher order thinking berdasarkan indikator pada aspek kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir logis, kemampuan berpikir reflektif, kemampuan berpikir metakognitif, dan kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian ini diperoleh (1) kualitas pembelajaran model Empat-K berbantuan thinking map diperoleh perencanaan proses pembelajaran dalam kriteria baik, pelaksanaan proses pembelajaran dalam kriteria sangat baik, dan penilaian hasil pembelajaran menunjukkan lebih dari 75% siswa memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan, (2) karakteristik higher order thinking subjek pada kategori ART (Atas Rata-rata) memenuhi 17 indikator; karakteristik higher order thinking subjek pada kategori RT (Rata-rata) memenuhi 3 indikator; dan karakteristik higher order thinking subjek pada kategori BRT tidak memenuhi indikator higher order thinking. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar siswa lebih mendalami cara membuat thinking map dengan berlatih membuat thinking map secara mandiri, serta akan lebih baik jika guru memberikan penekanan pada fase investigasi dan eksplorasi kolaboratif pada pembelajaran model Empat-K selanjutnya dengan melibatkan partisipasi siswa kategori BRT sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan higher order thinking.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: kualitas pembelajaran, model Empat-K, thinking map, keterampilan higher order thinking.
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Matematika, S1
    Depositing User: suprianto mahasiswa unnes
    Date Deposited: 12 Nov 2015 06:29
    Last Modified: 12 Nov 2015 06:29

    Actions (login required)

    View Item