ANALISIS KONTRASTIF UNGKAPAN SUMIMASEN BAHASA JEPANG DENGAN NUWUN SEWU BAHASA JAWA DARI SEGI MAKNA DAN PENGGUNAAN

Anggun Kartikasari, 2302409003 (2015) ANALISIS KONTRASTIF UNGKAPAN SUMIMASEN BAHASA JEPANG DENGAN NUWUN SEWU BAHASA JAWA DARI SEGI MAKNA DAN PENGGUNAAN. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1760Kb)

    Abstract

    Penguasaan bahasa ibu akan sangat mempengaruhi pembelajar dalam proses pembelajaran. Pembelajar akan lebih mudah untuk membuat kalimat atau menerjemahkan kalimat apabila terdapat padanan kata yang ia pelajari. Antara sumimasen bahasa Jepang dengan nuwun sewu bahasa Jawa memiliki makna permisi atau maaf akan tetapi keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda tergantung pada konteksnya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui apa persamaan dan perbedaan antara sumimasen dan nuwun sewu dari segi makna dan penggunaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dan objek penelitiannya adalah ungkapan sumimasen dan ungkapan nuwun sewu dari segi makna dan penggunaannya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kartu data. Sumber data diperoleh dari majalah, buku pelajaran,novel dan sebagainya. Penulis juga melaksanakan teknik simak catat yaitu menyimak percakapan yang menggunakan ungkapan nuwun sewu dalam kehidupan sehari-hari kemudian mencatatnya dalam kartu data, lalu data yang diperoleh dijadikan korpus kemudian dianalisis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sumimasen dilihat dari pola kalimat yang menyertainya maupun dari konteksnya memiliki makna : a) “maaf “, b) “permisi”, dan c) “terima kasih”. sedangkan nuwun sewu memiliki makna : a) “permisi”, b) “maaf”, c) “meminta tolong”, d) “penghalus bahasa”. Persamaannya sumimasen dengan nuwun sewu jika dilihat dari maknanya adalah sama-sama bermakna “maaf” dan “permisi. Sedangkan jika dilihat dari penggunaannya, persamaannya adalah a) Berfungsi sebagai penghalus bahasa, b) Dapat digunakan untuk meminta izin, bertanya, atau meminta bantuan, c) Dapat berfungsi sebagai ungkapan penolakan halus, d) Dalam konteks “permisi” maupun “maaf”, dapat digunakan terhadap lawan bicara yang tidak tergantung pada usia maupun kedudukannya, e) Keduanya merupakan kandoushi. Perbedaan sumimasen dengan nuwun sewu jika dilihat dari maknanya adalah a) Sumimasen memiliki makna “terima kasih”, sedangkan nuwun sewu tidak b) nuwun sewu bisa diartikan “tolong” sedangkan sumimasen tidak. Sedangkan jika dilihat dari penggunaannya, perbedaannya nuwun sewu tidak memiliki makna “terima kasih”.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Analisis kontrastif, sumimasen, nuwun sewu
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa Jepang (S1)
    Depositing User: nur fatihah unnes
    Date Deposited: 11 Nov 2015 22:21
    Last Modified: 11 Nov 2015 22:21

    Actions (login required)

    View Item