TARI TAYUB DALAM UPACARA RITUAL APITAN DI DESA JUWANGI KECAMATAN JUWANGI KABUPATEN BOYOLALI


PRIHASTUTI , 2501906025 (2008) TARI TAYUB DALAM UPACARA RITUAL APITAN DI DESA JUWANGI KECAMATAN JUWANGI KABUPATEN BOYOLALI. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of TARI TAYUB DALAM UPACARA RITUAL APITAN DI DESA JUWANGI KECAMATAN JUWANGI KABUPATEN BOYOLALI]
Preview
PDF (TARI TAYUB DALAM UPACARA RITUAL APITAN DI DESA JUWANGI KECAMATAN JUWANGI KABUPATEN BOYOLALI) - Published Version
Download (783kB) | Preview

Abstract

Tari Tayub merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang masih digunakan dalam upacara ritual Apitan. Tari Tayub ditarikan 5 orang penari putra 2 orang penari putri. Pertunjukan Tari Tayub dalam upacara ritual Apitan dilakukan secara rutin pada akhir panen. Tujuannya agar kesuburan, keselamatan Desa Juwangi dikabulkan oleh Yang Kuasa. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah fungsi dan makna simbolis Tari Tayub dalam Upacara Ritual Apitan di Desa Juwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan makna simbolis Tari Tayub dalam Upacara Ritual Apitan di Desa Juwangi. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah informasi mengenai fungsi dan makna simbolis Tari Tayub dalam Upacara Ritual Apitan di Desa Juwangi bagi masyarakat umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Juwangi Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali. Sasaran penelitian dalam Tari Tayub yaitu fungsi dan makna simbolis Tari Tayub dalam Upacara Ritual Apitan di Desa Juwangi. Sumber data dari teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan meredukasi data, menyajikan data selanjutnya dilakukan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tari Tayub memiliki 2 fungsi yaitu sebagai sarana ritual dalam Upacara Ritual Apitan di Desa Juwangi dan sebagai sarana hiburan pribadi baik pelaku maupun penikmat. Makna simbolis yang terkandung pada Tari Tayub adalah dalam meraih cita-cita kita, hendaknya kita dapat mengendalikan hawa nafsu yang ada pada diri kita dengan cara bermusyawarah dengan sesama, bersilaturahmi dan berkesenian. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan kepada pihak-pihak terkait supaya Tari Tayub terus dikembangkan dan dilestarikan agar tidak punah dengan cara melalui diadakan lomba dalam momen yang tepat, sehingga tetap dikenal dalam masyarakat umum.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: tari tayub, ritual apitan
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Tari)
Depositing User: Users 98 not found.
Date Deposited: 04 May 2011 08:03
Last Modified: 25 Apr 2015 04:41
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/2131

Actions (login required)

View Item View Item