Survei Proses Pembelajaran Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan.

Agus Irianto, 6101907057 (2009) Survei Proses Pembelajaran Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Survei Proses Pembelajaran Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan.) - Published Version
Download (646Kb)

    Abstract

    Dalam penelitian ini permasalahan yang diangkat adalah bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pendidikan jasmani Sekolah Dasar Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Populasi penelitian berjumlah 28 guru mata pelajaran pendidikan jasmani Kecamatan Wonopringgo yang terdiri dari 28 sekolah. Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling, yaitu seluruh guru pendidikan jasmani sekolah dasar Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan yang berjumlah 28 orang guru. Teknik pengumpulan data yaitu teknik pemberian angket atau kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif prosentase dan Chi Kuadrat. Dalam uji coba instrumen angket dengan sampel berjumlah 18 responden guru pendidikan jasmani Sekolah Dasar Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan dan jumlah soal 40 butir soal dan terdapat 39 butir soal yang valid dengan taraf signifikansi 5% dengan r tabel = 0,374. Berdasarkan analisis deskriptif prosentase diperoleh hasil bahwa faktor perencanaan pembelajaran sebanyak 85,47 % dengan kategori sangat baik, faktor pelaksanaan pembelajaran diperoleh hasil sebesar 80,55 % dengan kategori sangat baik, dan faktor evaluasi pembelajaran diperoleh hasil sebesar 82,61 % dengan kategori sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa guru sekolah dasar kecamatan Wonopringgo kabupaten Pekalongan rata-rata dikategorikan sangat baik. Untuk analisis Chi Kuadrat dari faktor perencanaan pembelajaran semua indikator dinyatakan efektif yaitu: 1) Menyusun program pengajaran ( 8,131 ), 2) Persiapan pengajaran ( 18,429 ), 3) Perencanaan alat evaluasi ( 3,862 ). Dengan demikian faktor perencanaan pembelajaran dinyatakan efektif. Untuk analisis faktor pelaksanaan pembelajaran semua indikator dinyatakan efektif yaitu : 1) Penguasaan materi ( 11,558 ), 2) Metode mengajar ( 16,493 ), 3) Penggunaan sarana dan prasarana ( 6,580 ), 4) Kreatifitas mengajar ( 8,230 ). Dengan demikian faktor pelaksanaan pembelajaran dinyatakan efektif. Untuk faktor evaluasi pembelajaran yang dinyatakan efektif yaitu : 1) Praktik keterampilan ( 8,847 ), 2) Prosedur penilaian ( 13,318 ), satu indikator yang tidak efektif adalah Aspek nilai akhir ( 5,397 ). Dengan demikian faktor evaluasi pembelajaran dapat dikatakan efektif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran pendidikan jasmani di jasmani di Sekolah Dasar se-Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan pada tahun 2008/2009 berjalan sangat baik dan efektif. Disarankan agar guru pendidikan jasmani Sekolah Dasar dalam pembelajaran sebaiknya banyak memodifikasi pelajaran dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Proses Pembelajaran Pendidikan Jasmani.
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
    Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 24 Mar 2011 04:05
    Last Modified: 24 Apr 2015 23:55

    Actions (login required)

    View Item