ANALISIS LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BIOLOGI KARYA MGMP SMA DI KABUPATEN PATI YANG DIGUNAKAN SISWA KELAS XI SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2007/2008

Widayanti , 4401404048 (2009) ANALISIS LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BIOLOGI KARYA MGMP SMA DI KABUPATEN PATI YANG DIGUNAKAN SISWA KELAS XI SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2007/2008. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

PDF (ANALISIS LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BIOLOGI KARYA MGMP SMA DI KABUPATEN PATI YANG DIGUNAKAN SISWA KELAS XI SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2007/2008) - Published Version
Restricted to Registered users only

Request a copy

    Abstract

    Pengalaman belajar dapat diperoleh siswa melalui serangkaian kegiatan dengan mengeksplorasi lingkungan melalui interaksi aktif dengan teman, lingkungan dan nara sumber lain. Salah satu penunjang sarana pembelajaran yang dapat dipergunakan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar adalah dengan Lembar Kerja Siswa (LKS). Peningkatan aktivitas siswa sulit terjadi dengan sendirinya oleh karena itu peran guru sangat diperlukan untuk dapat menciptakan situasi belajar yang penuh dengan aktivitas siswa salah satunya dengan menggunakan LKS. Frekuensi penggunaan LKS yang cukup tinggi dalam setiap pembelajaran harus diimbangi dengan kualitas LKS yang tinggi juga. Umumnya siswa SMA kelas XI di Kabupaten Pati menggunakan LKS karya MGMP kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan mengumpulkan data untuk mendapatkan harga Deskriptif Persentase (DP) pada kesesuaian isi LKS dengan KTSP dan jenjang soal. mendapatkan Indeks Pengaktifan (IP) pada petunjuk kegiatan, gambar atau diagram dan soal-soal latihan. Analisis data menunjukkan LKS karya MGMP Kabupaten Pati memiliki Deskriptif Persentase 62,5% yang berarti dalam kategori sedang, karena skornya berada pada rentang 33,34-66,66. Indeks Pengaktifan pada petunjuk kegiatan sebesar 0,03 yang tergolong rendah karena berada pada rentang 0,00-0,04. IP pada gambar atau diagram sebesar 1,37 yang tergolong sedang karena berada pada rentang 0,40- 1,50. sedangkan Indeks Pengaktifan pada soal-soal latihan sebesar 1,23 yang tergolong sedang karena berada pada rentang 0,40-1,50. Soal ranah kognitif C1 (40,8%), C2 (35%), C3 (8,2%), C4 (11,3%) C5 (1,7%) dan C6 (0,8%). Soal ranah kognitif tidak proporsional karena jenjang C1 lebih dominan. Soal ranah psikomotorik P2 (0,43%) dan P3 (1,3%) sedangkan jenjang yang lain tidak ditemukan. Soal ranah psikomotorik tidak proporsional meskipun lebih banyak P3 namun jenjang soal yang lain tidak ditemukan. Soal ranah afektif tidak ditemukan hal ini dikarenakan sulitnya mengaplikasikan muatan afektif ke dalam bentuk soal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi konkret bagi siwa dan guru agar dapat lebih memperhatikan LKS yang digunakan. Demikian pula bagi pihak pengarang agar lebih memperhatikan aspek-aspek yang mendukung kualitas LKS seperti kesesuaian isi LKS dengan kurikulum, tingkat pengaktifan siswa dan jenjang soal-soal latihan baik kognitif, psikomotorik maupun afektif.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Analisis, LKS, Kurikulum, Pengaktifan, Jenjang.
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Biologi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 03 May 2011 23:44
    Last Modified: 06 May 2011 21:10

    Actions (login required)

    View Item