PERAN GENDER PADA TRADISI WEWEHAN DALAM PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI DESA PLANTARAN KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KENDAL


Ifti Tachi Atur Rusda , 3401411193 (2015) PERAN GENDER PADA TRADISI WEWEHAN DALAM PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI DESA PLANTARAN KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KENDAL. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of 3401411193-S.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (965kB) | Preview

Abstract

Tradisi wewehan adalah tradisi khas di Kecamatan Kaliwungu, salah satunya yaitu di Desa Plantaran. Wewehan dilaksanakan setahun sekali ketika bulan Maulid tiba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui prose pelaksanaan tradisi wewehan, 2) mengetahui makna tradisi Wewehan, 3) mengetahui pembagian peran gender pada tradisi Wewehan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Plantaran Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Informan utama dalam penelitian ini adalah ketua karang taruna, tokoh masyarakat, dan panitian pekan wewehan didukung oleh informan pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data penelitian diperoleh dengan triangulasi sumber. Untuk menganalisis temuan penelitian menggunakan konsep kebudayaan dari Koentjaraningrat, makna dari Blummer, dan peran gender dari Marwell Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Proses pelaksanaan tradisi wewehan terdiri dari dua tahapan yang diikuti oleh laki-laki dan perempuan dengan menjalankan peran dan fungsinya masing-masing. Hasil penelitian selanjutnya yaitu 2) Makna keberadaan tradisi wewehan bagi masyarakat Desa Plantaran yaitu menumbuhkan kebersamaan dan cinta kasih serta mengajarkan keikhlasan dalam segala perbuatan, selain itu sebagai wadah untuk berkarya dan berprestasi, Hasil Penelitian terakhir, 3) pembagian peran pada tradisi wewehan bersifat fungsional. Peran laki-laki dan perempuan saling melengkapi satu sama lain dan memberikan hak serta kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mengaktualisasikan diri dalam upaya pelestarian tradisi. Saran yang dapat diberikan adalah : 1) Bagi masyarakat Kaliwungu dapat melestarikan keberadaan tradisi wewehan yang hanya bisa ditemui di wilayah Kaliwungu. Regenerasi pelaksana tradisi wewehan diperlukan oleh generasi muda sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh generasi terdahulu untuk terus melestarikan tradisi wewehan. Wewehan adalah contoh tradisi yang mengajarkan kesetaraan gender.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Tradisi, Peran Gender, Maulid Nabi Muhammad SAW
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > HM Sociology
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: suprianto mahasiswa unnes
Date Deposited: 11 Nov 2015 12:02
Last Modified: 11 Nov 2015 12:02
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/20994

Actions (login required)

View Item View Item