SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP KINERJA GURU PENJASORKES DI SMA NEGERI/ SEDERAJAT SE- KECAMATAN PATEBON KABUPATEN KENDAL

A Udin Tantowi, 6101405068 (2009) SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP KINERJA GURU PENJASORKES DI SMA NEGERI/ SEDERAJAT SE- KECAMATAN PATEBON KABUPATEN KENDAL. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP KINERJA GURU PENJASORKES DI SMA NEGERI/ SEDERAJAT SE- KECAMATAN PATEBON KABUPATEN KENDAL) - Published Version
Download (333Kb)

    Abstract

    Penelitian ini permasalahan yang diangkat adalah bagaimana persepsi guru non pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan tingkat SMA Negeri/ sederajat di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru non pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMA Negeri/ Sederajat se Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Subjek yang diteliti adalah 375 orang guru non pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk diminta mengisi kuesioner yang telah disediakan oleh peneliti guna memperoleh informasi bagaimana persepsi guru non pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di sekolahnya. Data yang diperoleh dari kuesioner tentang persepsi kinerja guru meliputi kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling, data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi guru non pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan terhadap guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SMA di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Tahun 2009 mempunyai persepsi yang sangat baik. Hal ini terbukti dari tingginya kompetensi kepribadian mencapai 98,24%, kompetensi pedagogik sebesar 77,97%, kompetensi profesional sebesar 82,38% dan kompetensi sosial sebesar 77,53%. Guru penjasorkes tersebut memiliki kompetensi kepribadian dan profesional yang lebih baik daripada kompetensi pedagogik dan sosialnya. Peneliti menyarankan kepada guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk dapat meningkatkan kompetensi di bidang pedagogik, guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan perlu meningkatkan kemauan dan kemampuannya dalam merancang dan mengembangkan serta memodifikasi atau memberikan variasi metode pembelajaran agar tidak terkesan monoton dan membuat siswa jenuh dengan mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dengan memanfaatkan media atau sarana pendukung pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran yang sesungguhnya. Berkaitan dengan kompetensi sosial, guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan perlu meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan teman sejawat, peserta didik, orang tua/ wali peserta didik dan juga dengan masyarakat sekitar sehingga dapat membantu dalam proses pembelajaran dengan lebih efektif.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: pendidikan jasmani, kinerja guru
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 03 May 2011 22:41
    Last Modified: 25 Apr 2015 00:40

    Actions (login required)

    View Item