PEMANFAATAN MUSEUM ISDIMAN AMBARAWA SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP MINAT BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 AMBARAWA TAHUN AJARAN 2014/2015

Aninda Dratriarawati, 3101411133 (2015) PEMANFAATAN MUSEUM ISDIMAN AMBARAWA SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP MINAT BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 AMBARAWA TAHUN AJARAN 2014/2015. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1671Kb)

    Abstract

    Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana minat belajar siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Ambarawa yang belajar menggunakan sumber belajar koleksi Museum Isdiman Ambarawa? 2) Bagaimana minat belajar siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Ambarawa yang belajar tidak menggunakan sumber belajar koleksi Museum Isdiman Ambarawa? 3) Adakah perbedaan minat belajar siswa antara kelas yang menggunakan Museum Isdiman Ambarawa sebagai sumber belajar dengan kelas yang tidak menggunakan Museum Isdiman Ambarawa sebagai sumber belajar? Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya perbedaan minat belajar siswa antara kelas yang menggunakan Museum Isdiman Ambarawa sebagai sumber belajar dengan kelas yang tidak menggunakan Museum Isdiman Ambarawa sebagai sumber belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA NEGERI 1 Ambarawa Ambarawa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan desain Pretes-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 1 sebagai kelas kontrol dan siswa kelas XI IIS 3 adalah kelas eksperimen. Varibel dalam penelitian ini adalah pemanfaatan Museum Isdiman Ambarawa sebagai sumber belajar sejarah, sedangkan variable y penelitian ini adalah minat belajar siswa. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan berupa metode angket dan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Rata-rata minat belajar siswa pada kelas kontrol sebesar 77%, sedangkan rata-rata minat belajar siswa kelas eksperimen sebesar 85% dan termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan perhitungan uji t diperoleh t hitung = 5,153. Untuk α = 5% dan dk = 28 + 28 - 2 = 54, sedangkan t tabel = 1,67. Karena thitung t (0,95)(60) maka H0 ditolak yang artinya adanya perbedaan minat belajar antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Jadi dapat disimpulkan ada perbedaan minat belajar sejarah antara kelas eksperimen yang diberi perlakuan pembelajaran dengan menggunakan Museum Isdiman Ambarawa sebagai sumber belajar dengan kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan khusus. Model pembelajaran dengan melakukan kunjungan ke tempat tempat bersejarah hendaknya diterapkan oleh guru sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran sejarah sehingga siswa tidak merasa jenuh dan termotivasi untuk lebih giat belajar sejarah.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Minat Belajar, Pemanfaatan Museum, Sumber Belajar
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah, S1
    Depositing User: erni setyaningsih unnes
    Date Deposited: 10 Nov 2015 19:44
    Last Modified: 10 Nov 2015 19:44

    Actions (login required)

    View Item