PERANCANGAN ALAT PEMANTAU KONDISI KESEHATAN MANUSIA

Anita Dwi Septiani, 5301411077 (2015) PERANCANGAN ALAT PEMANTAU KONDISI KESEHATAN MANUSIA. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (4088Kb)

    Abstract

    Kemajuan di bidang kesehatan saat ini berkembang pesat. Berbagai alat diciptakan untuk membantu pekerjaan seorang dokter untuk memantau kondisi kesehatan pasiennya. Salah satunya adalah dalam menangani pasien koma. Alat-alat seperti termometer dan stetoskop memang sudah lazim digunakan oleh tenaga medis untuk memantau pasien koma. Namun beberapa alat tersebut bekerja secara terpisah. Identifikasi masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang dan menggabungkan alat pendeteksi suhu tubuh, detak jantung dan napas pasien koma dengan mikrokontroler berbasis Arduino nano. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana merancang dan menggabungkan alat pendeteksi suhu tubuh, detak jantung dan napas pasien koma dengan mikrokontroler berbasis Arduino nano. Objek penelitian dengan mengukur ketiga indikator yaitu detak jantung, suhu, dan nafas dengan dua cara, yaitu mengukur menggunakan alat berbasis arduino dan alat standar yang digunakan tenaga medis (stetoskop dan termometer). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengukuran dan dokumentasi. Hasil penelitian melalui pengukuran didapat hasil pengukuran berupa nilai angka dari detak jantung, suhu dan nafas dengan membandingkan hasil penelitian menggunakan alat berbasis arduino dan alat standar yang digunakan tenaga medis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengukuran yang kecil antara pengukuran menggunakan arduino dan alat standar yang digunakan tenaga medis. Sehingga alat ini bisa digunakan sebagai pengganti alat ukur standar yang digunakan tenaga medis (stetoskop dan termometer). Dari 30 responden yang kondisi kesehatannya terukur disimpulkan bahwa 29 responden kondisi kesehatannya baik dan 1 responden yaitu responden no 9 yang sedang mengalami kondisi kesehatan kurang baik karena temperatur tubuhnya 38oC. Terdapat perbedaan hasil pengukuran detak jantung, temperatur tubuh dan frekuensi nafas pada pengukuran manusia sehat dan manusia yang sedang mengalami koma. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan alat pemantau kondisi kesehatan manusia ini sebaiknya jangan digunakan sebagai bahan diagnosis penyakit pasien, tetapi hanya digunakan sebagai alat untuk memonitor kondisi pasien. Alat yang dibuat diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang untuk penelitian lebih lanjut.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Alat, Pemantau, Kondisi, Kesehatan, Manusia
    Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
    Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, S1
    Depositing User: risma nur unnes
    Date Deposited: 10 Nov 2015 19:26
    Last Modified: 10 Nov 2015 19:26

    Actions (login required)

    View Item