PENGARUH PENGGUNAAN TAPE PISANG YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS INDERAWI MADU MONGSO

Anasia Thahira Unggar Anindya, 5401409022 (2015) PENGARUH PENGGUNAAN TAPE PISANG YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS INDERAWI MADU MONGSO. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2243Kb)

    Abstract

    Madu mongso merupakan salah satu jenis makanan yang menyerupai dodol yang terbuat dari tape ketan, gula, santan yang didihkan sampai kental berasa manis keasaman. Bahan dasar dari madu mongso yaitu dari tape ketan hitam, didalam beras ketan memiliki kandungan glukosa maka peneliti mencoba inovasi baru dengan cara membuat madu mongso dengan bahan baku pisang, karena pisang memiliki kandungan glukosa yang cukup tinggi, sehingga dapat dijadikan tape pisang dan dapat dijadikan madu mongso dari tape pisang yang berbeda yaitu pisang raja, nangka, kepok. Tujuan penelitian: 1) Untuk mengetahui perbedaan kualitas inderawi madu mongso pisang yang berbeda ditinjau dari aspek rasa, aroma, tekstur dan warna. 2) Untuk mengetahui kualitas yang terbaik dari madu mongso pisang raja, raja nangka, kepok. 3) Untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap madu mongso pisang yang berbeda jenisnya ditinjau dari aspek rasa, aroma, tekstur dan warna. 4) Untuk mengetahui kandungan protein, karbohidrat, air dan gula yang paling tinggi pada madu mongso pisang raja, pisang raja nangka, pisang kepok. Obyek dalam penelitian ini adalah madu mongso dari tape pisang yaitu pisang raja, raja nangka, kepok. Variabel bebas adalah penggunaan tape pisang yang berbeda yaitu tape pisang raja,tape pisang kepok dan tape pisang raja nangka sebagai bahan dasar dalam pembuatan madu mongso. Variabel terikatnya adalah kualitas inderawi madu mongso dilihat dari aspek rasa, warna, aroma dan tekstur. tingkat kesukaan masyarakat dan kualitas kandungan gizi yaitu kadar karbohidrat, protein, gula dan air. Metode analisis data menggunakan Analisis Varian Klasifikasi Tunggal, dilanjut uji tukay. Sedangkan uji kesukaan menggunakan analisis deskritif prosentase. Analisis hasil penilaian obyektif dilakukan dengan uji kimiawi. Berdasarkan analisis varian klasifikasi tunggal diketahui ada perbedaan pada aspek warna dengan Fhitung 7,72 > Ftabel 3,28 dan aspek rasa manis dengan Fhitung 4,80 > Ftabel 3,28. Untuk aspek rasa asam, aroma dan tekstur tidak ada perbedaan. Hasil uji tukey pada aspek warna ada perbedaan yaitu sampel P.kepok- P.rj nangka & P.kepok-P.raja dengan rata-rata 3,22 dan rasa manis ada perbedaan sampel P.kepok-rj.nangka & P.kepok-P.raj dengan rata-rata 3,28. Hasil uji kimiawi protein pada sampel pisang raja yaitu 3,0571%, raja nangka yaitu 3.01105%, kepok yaitu 2,7703%. Karbohidrat pisang raja yaitu 22,7101%, raja nangka yaitu 25,16125%, kepok yaitu 25,07335%. kandungan air sampel pisang raja yaitu 42,2749, raja nangka yaitu 43,09145%, kepok yaitu 45,9962%. Pada gula sampel pisang raja yaitu 32,7014%, raja nangka yaitu 39,3878%, kepok yaitu 33,426%. Hasil uji kesukaan dari madu mongso pisang yang disukai madu mongso pisang raja nangka dengan prosentase pada aspek warna sebesar 68,28%, aroma 70,25%, rasa 68,00%, dan tekstur 67,05%. Simpulan dari penilitan ini adalah 1) Ada perbedaan kualitas madu mongso pisang raja, raja nangka, kepok dari aspek warna dan rasa manis, warna Fhitung 7,72 > Ftabel 3,28 diartikan ada perbedaan dan pada aspek rasa manis dengan Fhitung 4,80 > Ftabel 3,28 diartikan ada perbedaan. Sedangkan aspek rasa asam, aroma dan tekstur tidak ada perbedaan. 2) Kualitas yang terbaik yaitu madu mongso pisang kepok, dari aspek warna, aroma, rasa dan tekstur memiliki rata- rata lebih tinggi, pada aspek warna yaitu 3,22, rasa manis 3,28. 3) Tingkat kesukaan masyarakat terhadap madu mongso pisang yaitu pisang raja nangka dilihat dari prosentase kualitas yang memiliki nilai tertinggi pada aspek warna sebesar 68,28%, aspek aroma 70,25%, aspek rasa 68,00% dan aspek tekstur 67,05%. 4) Kandungan protein yang paling tinggi yaitu madu mongso pisang raja denga rerata sebesar 3,0571%, kandungan gula total nilai tertinggi yaitu pisang raja nangka denga rerata sebesar 39,3878%. Kemudian pada uji karbohidrat dan air yang paling tinggi yaitu madu mongso pisang kepok dengan rerata karbohidrat sebesar 25,07335% dan rerata air sebesar 45,9962%. Saran 1) Pada penelitian ini masa daya simpan madu mongso tape pisang belum diketahui secara pasti maka madu mongso tape pisang perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang daya simpan madu mongso tape pisan 2) Dalam pengujian inderawi sebaiknya memilih calon panelis lebih diperhatikan lagi agar hasil penelitian uji inderawi lebih maksimal, karena panelis yang kurang pengetahuan, kepekaan dan konsisten dapat mempengaruhi hasil uji inderawi.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: madu mongso, tape pisang
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    T Technology > TP Chemical technology
    Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, S1
    Depositing User: Unnes Margi Fitriawan
    Date Deposited: 10 Nov 2015 00:50
    Last Modified: 10 Nov 2015 00:50

    Actions (login required)

    View Item