STRUKTUR SERAT ALAP-ALAP

Anzar Subagas, 2601411124 (2015) STRUKTUR SERAT ALAP-ALAP. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (936Kb)

    Abstract

    Serat Alap-alap adalah salah satu karya sastra yang isinya tentang ajaran tata cara mengabdi kepada raja. Serat tersebut berbentuk tembang macapat, akan tetapi secara esensi isinya berupa prosa. Serat Alap-alap tersebut terdapat ajaranajaran yang dapat dijadikan pedoman hidup. Menjelaskan isi Serat Alap-alap yang sarat dengan ajaran dan nilai luhur, diperlukan pendekatan atau teori agar pembaca dapat memahami ajaran yang terkandung di dalamnya. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana struktur Serat Alap-alap dilihat dari kode bahasa, kode sastra, dan kode budaya? Berkaitan dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap simbol dan makna dalam Serat Alap-alap berdasarkan kode bahasa, kode sastra, dan kode budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif, yaitu pendekatan yang menitikberatkan pada karya sastra atau teks sastra dan lebih menekankan pada objek sastra sebagai fokus penelitian. Penelitian ini mengenai tentang permasalahan simbol dan makna serta ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Serat Alap-alap. Metode yang digunakan adalah metode struktural semiotik A. Teew karena pada serat tersebut terdapat simbol dan makna serta ajaran-ajaran di dalamnya. Hasil penelitian dengan analisis kode bahasa yaitu ditemukan kosa kata arkais dan penyebutan nama lain terhadap Tuhan, raja, dan anak yang menjadikan bahasa dalam serat ini lebih indah dan mudah untuk dimengerti isi dalam Serat Alap-alap. Kosa kata yang merupakan nama lain untuk penyebutan Tuhan, yaitu Widdhi, Hyang Widdhi, dan Hyang. Beberapa kosa kata yang merupakan penyebutan nama lain kepada seorang raja, yaitu Narendra, Srinarendra, Sang Nata, Ratu, Pukulun, Sang Katong, Sang Prabu, Srinarapati, Sang Aji, dan Sri Bupati. Ditemukan pula beberapa istilah untuk penyebutan seorang anak, yaitu putra, suta, atmaja, dan lare. Analisis kode sastra pada Serat Alap-alap yaitu berbentuk tembang macapat yang mempunyai aturan-aturan khusus dalam mengikatnya atau disebut metrum. Metrum tersebut meliputi guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu. Ditemukan juga perumpamaan dan purwakanthi yang menambah nilai estetika dalam serat tersebut. Analisis kode sastra juga dengan menggunakan teori teks-teks naratif. Alasan disertakannya teori teks-teks naratif yaitu karena secara esensi isinya berbentuk prosa. Kode sastra dengan teori teks-teks naratif ditemukan fokalisator, objek fokalisasi, peristiwa-peristiwa (alur), dan tokoh. ix Analisis kode budaya ditemukan adanya budaya keraton tentang legitimasi terhadap kekuasaan raja dan juga konsep mengabdi kepada pemimpin dalam lingkungan keraton. Kode budaya pada Serat Alap-alap ditemukan ajaran-ajaran luhur yaitu, jangan mengagungkan cinta kasih sang raja, jangan menceritakan suatu rahasia kepada wanita, dan jangan mempercayai maupun mengagungkan orang yang tidak diketahui asal-usulnya. Ditemukan pula makna filosofi yang berisi tentang ajaran tata cara pemberangkatan Jenazah dan peringatan bagi orang yang sudah meninggal. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan supaya Serat Alap-alap diterbitkan kembali dengan dialihbahasakan sesuai situasi dan kondisi zamannya.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Semiotik, makna, Serat Alap-alap
    Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures > PI1 Indonesia > Javanese Language and Literature
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (S1)
    Depositing User: erni setyaningsih unnes
    Date Deposited: 09 Nov 2015 19:14
    Last Modified: 09 Nov 2015 19:14

    Actions (login required)

    View Item