EFEKTIVITAS SUBSTITUSI SITOKININ DENGAN AIR KELAPA PADA MEDIUM MULTIPLIKASI TUNAS KRISAN (Chrysanthemum indicum L.) SECARA IN VITRO

Betty Shinta Indriani , 4411409028 (2014) EFEKTIVITAS SUBSTITUSI SITOKININ DENGAN AIR KELAPA PADA MEDIUM MULTIPLIKASI TUNAS KRISAN (Chrysanthemum indicum L.) SECARA IN VITRO. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1477Kb)

    Abstract

    Krisan (Crhysanthemum indicum L) merupakan salah satu komoditas bunga potong yang sangat digemari di Indonesia. Rendahnya ketersediaan dan kualitas bibit merupakan masalah yang ada di lapangan. Penggunaan teknik kultur jaringan diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Salah satu masalah dalam teknik kultur jaringan adalah mahalnya zat pengatur tumbuh (ZPT). Penambahan ZPT sintetik pada medium multiplikasi umumnya menyebabkan biaya produksi bibit meningkat. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menguji efektivitas air kelapa yang dapat menggantikan peran sitokinin sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi air kelapa yang efektif dalam multiplikasi tunas krisan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap dengan dua faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi BA (0 ppm, 0.5 ppm, 1 ppm & 1.5 ppm), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi air kelapa (5%, 10%, 15%, 20%, 25%). Eksplan yang digunakan adalah meristem lateral. Multiplikasi krisan diukur berdasarkan tiga parameter yaitu tinggi eksplan, jumlah tunas & jumlah daun. Data dianalisis dengan ANAVA dua jalan dan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BA berpengaruh signifikan terhadap jumlah tunas dan jumlah daun namun tidak signifikan terhadap tinggi tunas. Air kelapa berpengaruh signifikan terhadap semua parameter pengamatan. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa BA 0.5 ppm berpengaruh paling efektif untuk meningkatkan jumlah tunas dan jumlah daun, sedangkan air kelapa pada konsentrasi 5%-15% berpengaruh efektif dalam meningkatkan tinggi tunas, jumlah tunas dan jumlah daun. Interaksi BA dan air kelapa berpengaruh signifikan terhadap tinggi tunas, jumlah tunas dan jumlah daun. Interaksi yang paling optimal dalam meningkatkan tinggi tunas krisan sebesar 5.03-6.57 adalah BA 0 ppm dan 1 ppm yang diinteraksikan dengan air kelapa sebesar 5%. Interaksi yang paling optimal dalam meningkatkan jumlah tunas dan jumlah daun adalah BA 0.5 ppm yang diinteraksikan dengan air kelapa 5% dan 15%. Untuk meningkatkan tinggi tunas dapat menggunakan 5% air kelapa tanpa penambahan BA, sedangkan untuk meningkatkan jumlah tunas dan jumlah daun penggunaan 5% & 15% air kelapa masih perlu ditambahkan dengan BA 0.5 ppm. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, maka perlu dilakukan penelitian selanjutnya untuk mengetahui pengaruh air kelapa pada multiplikasi tanaman lainnya.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Chrysanthemum indicum L, Multiplikasi, benzil adenin (BA), air kelapa
    Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 17 Apr 2015 08:27
    Last Modified: 25 Apr 2015 04:27

    Actions (login required)

    View Item