CERPEN UN CoeUR SIMPLE KARYA GUSTAVE FLAUBERT: TINJAUAN DARI PERSPEKTIF PRINSIP EPIGENETIK ERIKSON

Eva Khairunnisa , 2350408009 (2014) CERPEN UN CoeUR SIMPLE KARYA GUSTAVE FLAUBERT: TINJAUAN DARI PERSPEKTIF PRINSIP EPIGENETIK ERIKSON. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (758Kb)

    Abstract

    Perkembangan epigenetik manusia menyiratkan pertumbuhan langkah demi langkah dari organ janin. Pertumbuhan terjadi berdasarkan prinsip epigenetik, yaitu satu bagian komponen yang tumbuh dari komponen lain dan memiliki pengaruh waktu tersendiri, namun tidak menggantikan komponen yang sebelumnya. Tujuan pengkajian epigenetik adalah untuk melihat tahapan perkembangan psikologi manusia secara berurutan dari masa kelahirannya sampai kematiannya, sehingga membuat penulis tertarik untuk menganalisis dengan prinsip Epigenetik. Data dalam penelitian ini bersumber pada keseluruhan isi cerpen Un Coeur Simple karya Gustave Flaubert. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik, yaitu teknik yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian dilengkapi dengan analisis. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah perkembangan karakter, masa periode kritis pencarian identitas dan gambaran usia dewasa sampai akhir hayat berdasarkan prinsip Epigenetik Erikson yang dialami oleh tokoh pelayan yang bernama Félicité dalam cerpen yang berjudul Un Coeur Simple karya Gustave Flaubert. Pada masa pembentukan karakter Félicité mampu berkembang dengan baik meskipun tanpa pengawasan dari orang tua. Pada masa periode kritis pencarian identitas Félicité berani mengambil keputusan untuk pergi dari tempat tinggalnya serta mampu melupakan rasa sakit hatinya dan ia merupakan seorang pelayan yang sangat bertanggung jawab. Rasa peduli tumbuh sebagai kekuatan dasar dan tanda di usia dewasa pada Félicité. Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa pada tahapan perkembangan dari lahir sampai periode krisis identitas, Félicité mampu menjalani hidupnya dengan baik. Ketika masa usia lanjut ia mengalami kelemahan fisik dan menua karena faktor usia yang memang sudah menua. CERPEN UN COEUR SIMPLE KARYA GUSTAVE FLAUBERT: TINJAUAN DARI PERSPEKTIF PRINSIP EPIGENETIK ERIKSON Eva Khairunnisa, Anastasia Pudjitriherwanti, Suluh Edhi Wibowo Faculté des Langues et des Arts, Université d‟État de Semarang Sari Perkembangan epigenetik manusia menyiratkan pertumbuhan langkah demi langkah dari organ janin. Pertumbuhan terjadi berdasarkan prinsip epigenetik, yaitu satu bagian komponen yang tumbuh dari komponen lain dan memiliki pengaruh waktu tersendiri, namun tidak menggantikan komponen yang sebelumnya. Tujuan pengkajian epigenetik adalah untuk melihat tahapan perkembangan psikologi manusia secara berurutan dari masa kelahirannya sampai kematiannya, sehingga membuat penulis tertarik untuk menganalisis dengan prinsip Epigenetik. Data dalam penelitian ini bersumber pada keseluruhan isi cerpen Un Coeur Simple karya Gustave Flaubert. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik, yaitu teknik yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian dilengkapi dengan analisis. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah perkembangan karakter, masa periode kritis pencarian identitas dan gambaran usia dewasa sampai akhir hayat berdasarkan prinsip Epigenetik Erikson yang dialami oleh tokoh pelayan yang bernama Félicité dalam cerpen yang berjudul Un Coeur Simple karya Gustave Flaubert. Pada masa pembentukan karakter Félicité mampu berkembang dengan baik meskipun tanpa pengawasan dari orang tua. Pada masa periode kritis pencarian identitas Félicité berani mengambil keputusan untuk pergi dari tempat tinggalnya serta mampu melupakan rasa sakit hatinya dan ia merupakan seorang pelayan yang sangat bertanggung jawab. Rasa peduli tumbuh sebagai kekuatan dasar dan tanda di usia dewasa pada Félicité. Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa pada tahapan perkembangan dari lahir sampai periode krisis identitas, Félicité mampu menjalani hidupnya dengan baik. Ketika masa usia lanjut ia mengalami kelemahan fisik dan menua karena faktor usia yang memang sudah menua.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Epigenetik, Un Coeur Simple, Gustave Flaubert, Épigénétique, Un Coeur Simple, Gustave Flaubert
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Perancis (S1)
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 14 Apr 2015 12:59
    Last Modified: 25 Apr 2015 04:27

    Actions (login required)

    View Item