FAKTOR-FAKTOR HAMBATAN PROFESIONALISASI GURU BK DI SMA NEGERI SE- KOTA PURWOKERTO TAHUN AJARAN 2013/2014

Cahya Dewi Rizkiwati, 1301409045 (2014) FAKTOR-FAKTOR HAMBATAN PROFESIONALISASI GURU BK DI SMA NEGERI SE- KOTA PURWOKERTO TAHUN AJARAN 2013/2014. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (FAKTOR-FAKTOR HAMBATAN PROFESIONALISASI GURU BK DI SMA NEGERI SE- KOTA PURWOKERTO TAHUN AJARAN 2013/2014) - Published Version
Download (9Mb)

    Abstract

    Profesionalisasi merupakan upaya atau peningkatan kualifikasi maupun kemampuan anggota profesi dalam mencapai kriteria standar dalam melaksanakannya pekerjaannya. Kurang optimalnya profesionalisasi guru BK dapat disebabkan oleh beberapa hambatan yang berasal dari internal maupun eksternal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang hambatan yang muncul dalam profesionalisasi guru BK berdasarkan faktor internal dan ekseternal di SMA Negeri Se-Kota Purwokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah guru BK yang ada di SMA Negeri Se-Kota Purwokerto dengan menggunakan studi populasi atau sensus karena jumlah populasi hanya 25 orang. Metode pengumpulan data menggunakan inventori dengan alatnya daftar cek masalah. Validitas instrumen menggunakan rumus Point Biserial dihitung dengan taraf signifikansi 5% (rtabel = 0,553). Perhitungan reliabilitas menggunakan rumus KR-20 dan menunjukkan angka 1 dengan demikian instrumen dikatakan reliabel. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil dari penelitian menunjukkan persentase hambatan profesionalisasi guru BK di SMA Negeri se-Kota Purwokerto diperoleh 21,9 % yang meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor yang memiliki kategori kurang antara lain: latar belakang pendidikan (32%); pengalaman (28,4%); motivasi kerja (29,3%); kompetensi guru BK (25,9%); sarana dan prasarana (26,3%). Sedangkan faktor kepribadian dan dedikasi, keadaan kesehatan, kedisiplinan kerja di sekolah, kepala sekolah, sertifikasi, kesejahteraan ekonomi dan organisasi profesi memperoleh kategori cukup. Hal tersebut disebabkan karena beberapa guru BK belum memiliki latar belakang bimbingan dan konseling, guru BK memiliki masa kerja yang baru sebentar, kurang menguasi keterampilan dalam proses need assessment, dan kurang tersedianya fasilitas bimbingan dan konseling yang lebih lengkap. Simpulan dari penelitian ini adalah hambatan profesionalisasi guru BK di SMA Negeri se-Kota Purwokerto diperoleh 21,9 % yang berasal lebih banyak dari faktor internal daripada faktor eksternal. Adapun saran yang dapat diberikan yaitu untuk meningkatkan motivasi dan kompetensi guru BK. Selain itu perlu ditingkatkan hubungan kerja dan komunikasi dengan kepala sekolah. Organisasi profesi juga perlu menyediakan atau menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan bagi guru BK.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: faktor hambatan; profesionalisasi; guru BK
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling, S1
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling (S1)
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 10 Jun 2014 12:22
    Last Modified: 10 Jun 2014 12:22

    Actions (login required)

    View Item