PENENTUAN LAJU EROSI DAERAH TANGKAPAN HUJAN (DTH) WADUK WADASLINTANG TAHUN 2004 DAN 2008 MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

ALIF NURSHOLEH , 3250408061 (2012) PENENTUAN LAJU EROSI DAERAH TANGKAPAN HUJAN (DTH) WADUK WADASLINTANG TAHUN 2004 DAN 2008 MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PENENTUAN LAJU EROSI DAERAH TANGKAPAN HUJAN (DTH) WADUK WADASLINTANG TAHUN 2004 DAN 2008 MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)) - Published Version
Download (3462Kb)

    Abstract

    Erosi adalah proses terlepasnya material batuan pada lapisan permukaan tanah oleh tenaga kinetik air, angin, es, dan aktivitas manusia. Erosi terjadi karena pola pengelolaan lahan yang kurang berwawasa seperti penjarahan hutan, pembakaran hutan dan sebagainya. Daerah tangkapan hujan (DTH) merupakan hulu suatu bangunan seperti waduk, bahwa kelangsungan suatu waduk sangat tergantung pada kemampuan suatu DTH dalam penyediaan air bagi waduk baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Erosi merupakan masalah yang besar terutama bagi kelangsungan oprasional suatu daerah tampungan seperti waduk, akibat rusaknya suatu DTH material hasil erosi dapat mengakibatkan pendangkalan pada bangunan waduk sehingga tidak mampu memenuhi peranannya kembali, pada akhirnya manfaat yang dihasilkan tidak berarti besar bagi kemakmuran masyarakat disekitarnya. Daerah tangkapan hujan (DTH) waduk Wadaslintang memiliki curah hujan yang tinggi pada kondisi topografi sangat terjal juga tejadi aktivitas pembukaan lahan dan penjarahan hutan, seiring dengan pola perkembangan musim pada wilayah tersebut dapat terjadi aktivitas erosi yang besar, sementara pada wilayah tersebut belum dilakukan penelitian tentang penentuan erosi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah berapa laju erosi di daerah tangkapan hujan (DTH) waduk Wadaslintang pada tahun 2004 dan 2008. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju erosi di daerah tangkapan hujan waduk Wadaslintang tahun 2004 dan 2008. Variabel dalam penelitian ini adalah kondisi biogeofisik DTH waduk Wadaslintang pada tahun 2004 dan 2008 yang terdiri dari Nilai erosivitas hujan (R), Nilai erosivitas tanah (K), Nilai kemiringan dan Panjang lereng (LS) dan Nilai kondisi tutupan lahan dan pengelolaan tanaman (CP). Variabel tersebut diperoleh dari berbagai seumber data yaitu: Peta Jenis Tanah hasil RTRW Kabupaten Wonosobo Skala 1:300000, Peta lereng Kabupaten Wonosobo Skala 1:300000, Data curah hujan DTH Waduk Wadaslintang tahun 2004 dan 2008 dari setasiun penakar hujan di sekitar Kabupaten Wonosobo, Citra satelit Landsat 7 tahun 2004 dan 2008 Path 120/Row 64 WGS 1984 Zona 49 M, jenis data dalam penelitian ini menggunakan tipe data sekunder. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat komputer, software Er Maper 70, software ArcView 3.3 dan Software MS ofice 2007, GPS (Global Positioning Syestem), Timbangan, Kaleng 25 cm2 dan sebagainya. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis gabungan antar analisis sistem informasi geografis (SIG) dan analisis universal soile lose equations (USLE). Hasil penelitian menunjukan bahwa, laju erosi disekitar DTH waduk Wadaslintang tahun 2004 adalah 2.452,93 Ton dengan laju erosi mencapai 0,12 Ton/Ha/Th sedangkan pada tahun 2008 erosi cenderung menurun dengan nilai sebesar 1.419,47 Ton pada laju erosi 0,07 Ton/Ha/Th . Secara umum laju erosi tersebut menghasilkan tingkat erosi mulai dari sangat ringan hingga sangat berat yang tersebar dalam area seluas 19198,05 Ha. Hasil uji validitas data menunjukan perbedaan antar laju erosi yang terjadi di dalam waduk dimana cenderung lebih besar yaitu mencapai 1,53 ton/Ha/Th dan 1,55 ton/Ha/Th tahun 2004 dan 2008 dibandingkan dengan hasil perhitungan persamaan USLE hasil erosi didalam DTH Waduk Wadaslintang jauh lebih kecil yaitu 0,12 Ton/Ha/Th dan 0,07 Ton/Ha/Th pada tahun 2004 dan 2008. Dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2004 telah terjadi erosi yang cukup besar dengan nilai erosi sebesar 2.452,93 Ton dengan laju erosi mencapai 0,12 Ton/Ha/Th, sedangkan pada tahun 2008 jumla erosi lebih kecil yaitu sebesar 1.419,47 Ton pada laju erosi 0,07 Ton/Ha/Th. Hasil uji validitas menunjukan adanya selisih antar hasil erosi didalam waduk dengan hasil perhitungan USLE disekitar DTH yaitu, pada tahun 2004 mencapai 1,41 Ton/Ha/Th, sedangkan pada tahun 2008 memiliki beda selisih dengan hasil pengukuran sebesar 1,48 Ton/Ha/Th. Besarnya nilai selisih tersebut dirasa masih dalam batas toleransi yang wajar selama hasil erosi tidak melebihi laju pembentukan tanah didalam DTH Waduk Wadaslintang. Saran yang disampaikan yaitu 1) Perlu adanya program penaggulangan laju erosi. 2) perlu dukungan pererintah disekitar Kabupaten Wonosobo dan pemerintah Kabupaten Kebumen baik dari segi pendanaan maupun perangkat kebijakan. 3) dalam penaggulangan laju erosi pada DTH waduk Wadaslintang harus dilakukan secara terpadu meninjau pentingnya waduk bagi kesejahteraan masyarakat.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Erosi, Lahan Kritis, Daerah Tangkapan Hujan
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Q Science > QA Mathematics > QA76 Computer software
    T Technology > T Technology (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 17 Apr 2014 10:16
    Last Modified: 17 Apr 2014 10:16

    Actions (login required)

    View Item