PENERAPAN MODEL-MODEL ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X SMA NEGERI Se-KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2012/2013

Agung Nugroho, 3101409100 (2013) PENERAPAN MODEL-MODEL ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X SMA NEGERI Se-KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2012/2013. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PENERAPAN MODEL-MODEL ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X SMA NEGERI Se-KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2012/2013) - Published Version
Download (976Kb)

    Abstract

    Penilaian merupakan salah satu bagian penting dalam suatu proses pembelajaran yang terkait dengan pencapaian hasil belajar siswa. Pengumpulan data dengan prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator yang akan dinilai yang dalam subunit terdahulu kita sebut dengan assessment. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimana penerapan model-model assessment pada pembelajaran sejarah kelas X SMA N Se Kab Semarang? (2) apa saja hambatan yang ditemui guru mapel sejarah dalam menerapkan model-model assessment dalam pembelajaran sejarah? Tujuan daripada penelitian ini adalah (1) mengetahui bagaimana penerapan model-model assessment pada pembelajaran sejarah kelas X SMA N Se Kab Semarang, (2) mengetahui hambatan yang ditemui guru mapel sejarah dalam menerapkan model-model assessment dalam pembelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan model-model assessment dalam pembelajaran sejarah di kelas X dan apa saja hambatan dalam menerapkan modelmodel assessment dalam pembelajaran sejarah di kelas X. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif mencakup empat hal yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penerapan model-model assessment dalam pembelajaran sejarah di kelas X SMA N Se-Kabupaten Semarang meliputi teknik tes dan non tes. Teknik tes yang diterapkan dalam pembelajaran sejarah di kelas X meliputi tes lisan dan tes tertulis, tes lisan termasuk dalam kriteria dalam penilaian sikap, sedangkan penilaian tes tertulis dilakukan sebagai ulangan harian dengan menggunakan bentuk soal uraian, pilihan ganda, menjodohkan, gambar, dan TTS. Teknik penilaian non tes meliputi penilaian sikap; penilaian produk berupa pembuatan silsilah keluarga, pembuatan peta persebaran, pembuatan paper dan kliping, pembuatan foto bingkai, dan pembuatan miniature hasil kebudayaan manusia purba; penilaian unjuk kerja diterapkan dengan melakukan presentasi di depan kelas; penilaian proyek diterapkan dengan memberikan siswa tugas melakukan penelitian berupa kunjungan ke objek sejarah. Hambatan dalam penilaian tes yaitu siswa sering melakukan tindak kecurangan dengan menengok hasil pekerjaan teman lain. Hambatan dalam penilaian produk yang terdiri dari: pembuatan silsilah keluarga adalah siswa sering lupa dengan nama leluhur siswa; hambatan yang ditemukan pada pembuatan paper dan kliping yaitu keterbatasan sumber referensi berupa buku sehingga simber internet menjadi sumber utama; hambatan yang ditemukan dalam pembuatan foto bingkai yaitu banyaknya uang yang dikeluarkan siswa untuk membuta foto bingkai. Hambatan penilaian unjuk kerja yaitu keterbatasan waktu dalam pembelajaran sejarah di kelas X yang hanya 1x45 menit sehingga pelaksanaan penilaian unjuk kerja harus dilakukan lebih dari satukali pertemuan. Hambatan penilaian proyek yaitu dalam pelaksanaannya membutuhkan waktu yang lama dan biaya lebih yang harus dikeluarkan siswa. Saran yang dapat dikemukakan penulis adalah guru sejarah dalam menerapkan penilaian hendaknya menggunkan variasi teknik penilaian. Pemilihan teknik penilaian itu harus dipertimbangkan oleh guru dengan menyesuaikan kondisi siswa serta kebutuhan informasi yang akan dicari. Perencanaan penilaian hendaknya disiapkan dengan matang sehingga informasi yang diperoleh dari kegiatan penilaian dapat sesuai dengan apa yang diharapkan, dan selalu diadakan evaluasi dalam pelaksanaannya. Kemampuan-kemampuan guru tersebut dalam menerapkan penilaian tersebut dapat diperoleh dengan pelatihan-pelatihan, penataran, workshop.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: penerapan, model-model assessment, pembelajaran sejarah
    Subjects: C Auxiliary Sciences of History > C Auxiliary sciences of history (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 11 Mar 2014 10:32
    Last Modified: 11 Mar 2014 10:32

    Actions (login required)

    View Item