PENERAPAN MUSIK SEBAGAI MEDIA TERAPI FISIK MOTORIK BAGI ANAK PENYANDANG CEREBRAL PALSY DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) SEMARANG

Khusna Julidar, 2503407013 (2012) PENERAPAN MUSIK SEBAGAI MEDIA TERAPI FISIK MOTORIK BAGI ANAK PENYANDANG CEREBRAL PALSY DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PENERAPAN MUSIK SEBAGAI MEDIA TERAPI FISIK MOTORIK BAGI ANAK PENYANDANG CEREBRAL PALSY DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) SEMARANG)
Download (6Mb)

    Abstract

    Cerebral palsy adalah suatu kelainan hambatan beraktifitas akibat kelayuan dan kekakuan pada anggota badan yang disebabkan karena kerusakan sel saraf di otak yang bertugas mengendalikan fungsi gerakan. Penulis mengambil tema terapi musik sebagai kajian dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada manfaat layanan terapi musik sebagai media terapi fisik motorik bagi penyandang cerebral palsy yaitu dengan diberikannya pelayanan tersebut diharapkan para penderita mampu menggerakkan anggota badannya yang mengalami kelayuan dan pada akhirnya bisa mengurangi ketegangan-ketegangan sehingga penderita mampu berbuat seperti orang pada umumnya. Permasalahan yang dikaji yaitu bagaimana musik dan metode yang digunakan, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan musik sebagai media terapi fisik motorik bagi anak penyandang cerebral palsy di YPAC Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan musik dan metode yang digunakan serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan musik sebagai media terapi fisik motorik bagi penyandang cerebral palsy di YPAC Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperiksa dengan triangulasi sumber data, kecukupan referensi, dan perpanjangan keikutsertaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis data interaktif yang ditempuh melalui proses reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan / verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik yang digunakan sebagai media terapi fisik motorik dibagi menjadi dua, yaitu musik yang sumber bunyinya dari tubuh dan musik yang sumber bunyinya dari alat musik. Keduanya dibagi menjadi musik yang tak bernada dan musik yang bernada. Musik tubuh yang tak bernada diajarkan melalui bagian tubuh anak itu sendiri seperti tepuk tangan, tepuk paha dan hentakan kaki. Musik tubuh yang bernada diajarkan melalui mulut. Sedangkan musik yang berasal dari alat musik yang tak bernada yang diajarkan seperti rebana, tamborin, snare drum, bass drum, simbal, dan alat musik yang bernada seperti angklung, pianika, balera dan keyboard. Metode yang digunakan dalam penerapan musik sebagai media terapi fisik motorik adalah metode pembelajaran kelompok atau klasikal, objektif-praktis, sistematika dan kontinuitas, repetisi atau perulangan, metode bentuk selingan, metode kegiatan aktif, demonstrasi, dan ceramah. Keseluruhan metode digunakan sesuai kondisi anak cerebral palsy di YPAC Semarang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, musik yang digunakan sebagai media terapi fisik motorik dibagi menjadi dua, yaitu musik yang sumberbunyinya dari tubuh dan musik yang sumber bunyinya dari alat musik, metode yang digunakan adalah metode pembelajaran kelompok atau klasikal, objektifpraktis, sistematika dan kontinuitas, repetisi atau perulangan, metode bentuk selingan, metode kegiatan aktif, demonstrasi, dan ceramah. Terdapat beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam proses penerapan musik sebagai media terapi fisik motorik bagi anak penyandang cerebral palsy di YPAC Semarang. Faktor pendukung dari segi intern seperti anak yang senang mengikuti terapi, pengajar yang sudah berpengalaman, sarana dan prasarana YPAC khususnya di bagian terapi musik juga sangat mendukung. Dari segi ekstern seperti orang tua anak yang sangat mendukung kegiatan terapi musik, selain itu dari lingkungan sekitar sangat menerima adanya YPAC Semarang. Sedangkan faktor penghambat dari segi intern seperti keadaan kesehatan anak, pengajar yang ada saat ini bukan lulusan pendidikan musik, beberapa alat musik sudah tidak layak pakai. Dari segi ekstern seperti waktu pelaksanaan terapi yang terbatas, beberapa orang tua tidak menerapkan kembali apa yang diajarkan di terapi musik. Saran yang dapat penulis berikan adalah agar lebih memperhatikan alat musik yang dipakai dan mengganti yang sudah tidak layak pakai demi kelancaran kegiatan terapi, bagi pengajar untuk meningkatkan kreativitas dalam pemberian materi, permainan alat musik maupun strategi dan model pembelajaran agar mencapai tujuan terapi secara keluruhan, bagi YPAC Semarang alangkah baiknya menambah alokasi waktu untuk kegiatan terapi musik.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Penerapan, Musik, Media Terapi Fisik Motorik, Penyandang Cerebral Palsy
    Subjects: M Music and Books on Music > M Music
    R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Musik)
    Depositing User: dina perpustakaan
    Date Deposited: 06 May 2014 13:59
    Last Modified: 06 May 2014 13:59

    Actions (login required)

    View Item