PEMANFAATAN SAMPAH KERAS UNTUK ALAT MUSIK PERKUSI PADA GRUP MUSIK PERKUSI PSH (PAGUYUPAN SYUNG HORE) DEWAN KESENIAN SEMARANG DI GEDUNG TBRS SEMARANG

Aji Darmawan Wicaksono, 2503406558 (2013) PEMANFAATAN SAMPAH KERAS UNTUK ALAT MUSIK PERKUSI PADA GRUP MUSIK PERKUSI PSH (PAGUYUPAN SYUNG HORE) DEWAN KESENIAN SEMARANG DI GEDUNG TBRS SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PEMANFAATAN SAMPAH KERAS UNTUK ALAT MUSIK PERKUSI PADA GRUP MUSIK PERKUSI PSH (PAGUYUPAN SYUNG HORE) DEWAN KESENIAN SEMARANG DI GEDUNG TBRS SEMARANG)
Download (1811Kb)

    Abstract

    Sampah yang menumpuk dilingkungan masyarakat membutuhkan perhatian yang serius. Salah satu perhatiannya yaitu dengan cara memanfaatkannya menjadi hal yang berguna. Sampah yang digunakan dapat berupa barang plastik yang tidak terpakai guna didaur ulang untuk menciptakan alat musik perkusi. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap pemanfaatan sampah yang digunakan sebagai alat musik. Dengan latar belakang tersebut judul yang terdapat dalam penelitian ini yaitu Pemanfaatan Sampah Keras Untuk Alat Musik Perkusi Pada Grup Musik Perkusi PSH (Paguyuban Syung Hore) Dewan Kesenian Semarang Di Gedung TBRS Semarang Dalam penelitian ini bersifat deskriptif yang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah pemanfaatan sampah kerasuntuk alat musik perkusi bagi grup perkusi PSH (Paguyuban Syung Hore) di Gedung TBRS Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Dalam penelitian ini data yang diperoleh bersifat kualitatif. Oleh karena itu analisis yang diperlukan adalah sesuai dengan data kualitatif, yaitu analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa grup musik perkusi PSH menggunakan semua tehnik pukulan dengan cara bermain sahut-sahutan, saling mengisi kekosongan. Yang paling sering mereka gunakan yaitu dengan tehnik single stroke dan double stroke, karena tehnik paling mudah diantara tehnik lainnya. Kreatifitas grup musik Perkusi PSH membuat alat-alat musik yang berasal dari sampah (limbah) ini diawali dengan rasa kepeduliannya terhadap lingkungan. Kepeduliannya terhadap lingkungan itu dia tuangkan dengan mendaur ulang sendiri sampah-sampah yang ada yang kemudian dijadikan alat musik. Macam-macam barang bekas yang dimanfaatkan oleh grup musik Perkusi PSH sebagai alat perkusi berasal dari peralatan rumah tangga seperti panci, wajan, gelas, galon air minum, maupun ember plastik. Tidak hanya dari peralatan rumah tangga saja, tapi juga dari bahan bangunan seperti kaleng bekas cat rumah, paralon atau drum bekas aspal jalan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pemanfatan sampah keras pada musik perkusi di grup musik perkusi PSH (Paguyuban Syung Hore) Dewan Kesenian Semarang di gedung TBRS Semarang dilakukan sebagai rasa kepeduliannya terhadap lingkungan. Jenis sampah atau barang bekas yang dimanfaatkan oleh grup musik Perkusi PSH sebagai alat perkusi berasal dari peralatan rumah tangga diantaranya panci, wajan, gelas, galon air minum, maupun ember plastik. Saran yang dapat peneliti berikan yaitu terkait dengan peran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan sampah agar dapat didaur ulang menjadi perlengkapan yang bermanfaat. Agar partisipasi masyarakat dapat terwujud, perlu ada usaha yang dapat membangkitkan motivasi, kemampuan, kesempatan dan menggali serta mengembangkan sumber-sumber yang ada pada masyarakat.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pemanfaatan, Sampah Keras, Alat Musik Perkusi Pada Grup Musik Perkusi
    Subjects: M Music and Books on Music > M Music
    T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Musik)
    Depositing User: dina perpustakaan
    Date Deposited: 06 May 2014 14:00
    Last Modified: 06 May 2014 14:00

    Actions (login required)

    View Item