PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MODEL PAIRED STORYTELLING DENGAN MEDIA WAYANG KARTUN PADA SISWA KELAS II SDN MANGUNSARI SEMARANG

Afiani Rahmawati, 1401409279 (2013) PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MODEL PAIRED STORYTELLING DENGAN MEDIA WAYANG KARTUN PADA SISWA KELAS II SDN MANGUNSARI SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MODEL PAIRED STORYTELLING DENGAN MEDIA WAYANG KARTUN PADA SISWA KELAS II SDN MANGUNSARI SEMARANG)
Download (4Mb)

    Abstract

    Berdasarkan data awal yang didapatkan peneliti saat melaksanakan praktik pengalaman lapangan di kelas II SDN Mangunsari kota Semarang ditemukan permasalahan rendahnya keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menyimak dongeng. Untuk mengatasi masalah tersebut, diterapkan model Paired Storytelling dalam pembelajaran menyimak dongeng. Model Paired Storytelling dapat mengembangkan kemampuan berpikir dan berimajinasi siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) apakah model pembelajaran Paired Storytelling dengan media wayang kartun dapat meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada aspek menyimak dongeng?; (2) apakah model pembelajaran Paired Storytelling dengan media wayang kartun dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mengelola pembelajaran bahasa Indonesia pada aspek menyimak dongeng?; (3) apakah model pembelajaran Paired Storytelling dengan media wayang kartun dapat meningkatkan hasil belajar berupa keterampilan menyimak dongeng dalam pembelajaran bahasa Indonesia?. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan guru, aktivitas siswa dan meningkatkan keterampilan menyimak siswa dalam pembelajaran melalui model Paired Storytelling dengan media wayang kartun. Rancangan penelitian berupa penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian terdiri atas dua siklus masing-masing siklus dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah guru dan 22 siswa kelas II SDN Mangunsari kota Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, catatan lapangan, teknik tes, teknik dokumentasi, teknik wawancara, dan angket. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa keterampilan guru siklus I pertemuan 1 sebesar 23 (kategori cukup), pertemuan 2 sebesar 28 (kategori baik), siklus II pertemuan 1 sebesar 32 (kategori baik), pertemuan 2 sebesar 35 (kategori sangat baik). Hasil aktivitas siswa siklus I pertemuan 1 sebesar 17,33 (kategori cukup), pertemuan 2 sebesar 19,34 (kategori baik), sedangkan siklus II pertemuan 1 sebesar 22,55 (kategori baik), dan pertemuan 2 sebesar 24,38 (kategori sangat baik). Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 sebesar 59,10% dengan nilai rata-rata 67,27, pertemuan 2 sebesar 68,2% dengan rata-rata 70,9. Sedangkan siklus II pertemuan 1 sebesar 77,3% dengan rata-rata 73,8, dan pada pertemuan 2 sebesar 90,9% dengan rata-rata 85,4. Simpulan penelitian adalah dengan menerapkan model Paired Storytelling berbantukan media wayang kartun dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan keterampilan menyimak dongeng siswa kelas II SDN Mangunsari Semarang. Saran dalam menerapkan model Paired Storytelling melalui media wayang kartun yaitu hendaknya guru dalam proses pembelajaran melatih keterampilan bekerjasama siswa agar siswa mampu mengembangkan daya imajinasi dan berpikir siswa saat bekerja sama dalam kelompok.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: keterampilan menyimak, model paired storytelling, wayang kartun.
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
    Depositing User: sriningwismi perpus unnes
    Date Deposited: 07 May 2014 09:19
    Last Modified: 07 May 2014 09:19

    Actions (login required)

    View Item