PENERAPAN MODEL TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI KOMPETENSI DASAR MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN PERSONIL ADMINISTRASI KANTOR PADA SISWA KELAS X AP DI SMK CUT NYA’ DIEN SEMARANG

Istirokah, 7101408239 (2013) PENERAPAN MODEL TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI KOMPETENSI DASAR MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN PERSONIL ADMINISTRASI KANTOR PADA SISWA KELAS X AP DI SMK CUT NYA’ DIEN SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PENERAPAN MODEL TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI KOMPETENSI DASAR MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN PERSONIL ADMINISTRASI KANTOR PADA SISWA KELAS X AP DI SMK CUT NYA’ DIEN SEMARANG)
Download (2068Kb)

    Abstract

    Pembelajaran di SMK Cut Nya’ Dien Semarang menggunakan metode konvensional dalam proses pembelajarannya. Dari hasil observasi awal di SMK Cut Nya’ Dien Semarang diperoleh data bahwa pembelajaran (MPPAP) di kelas X AP memiliki hasil belajar yang rendah. Tercatat pada kelas X AP ada 27 siswa dari 46 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM, yaitu 75. Hal itu berarti presentase ketuntasan klasikal sebesar 41%. Untuk meningkatkan hasil belajar (MPPAP) pada siswa kelas X AP di SMk Cut Nya’ Dien Semarang, maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X AP SMK Cut Nya’ Dien Semarang. Prosedur penelitian ini merupakan siklus kegiatan yang terdiri dari dua siklus, dimana setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah RPP untuk kelas treatment Two Stay Two Stray dan kelas treatment konvensional, soal evaluasi tiap akhir siklus, lembar observasi siswa dan guru. Hasil penelitian kelas dengan treatment Two Stay Two Stray siklus I, menunjukkan hasil nilai rata-rata siswa sebesar 71 dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 54% dengan nilai tertinggi 90, nilai terendah 50, serta banyaknya siswa yang tuntas 25 siswa dan sisanya 21 siswa yang tidak tuntas. Sedangkan analisis hasil tes evaluasi siswa pada siklus II, menunjukkan hasil nilai rata-rata siswa sebesar 80 dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 83% dengan nilai tertinggi 95, nilai terendah 65, serta banyaknya siswa yang tuntas 38 siswa dan 8 siswa yang tidak tuntas. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas X AP di SMK Cut Nya’ Dien Semarang pada kompetensi dasar (MPPAP) dengan menggunakan model Two Stay Two Stray. Saran yang berkaitan dengan hasil penelitian ini yaitu: bagi guru, diharapkan bagi guru AP dapat mengembangkan model-model pembelajaran sebagai variasi kegiatan belajar, salah satunya yaitu model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray sehingga siswa lebih aktif serta siswa juga dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pembelajaran Kooperatif, Hasil Belajar, dan Model Two Stay Two Stray
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Pendidikan Ekonomi, S1
    Depositing User: nurellla perpus unnes
    Date Deposited: 12 May 2014 07:33
    Last Modified: 12 May 2014 07:33

    Actions (login required)

    View Item