RESPON PERTUMBUHAN PLANLET ANGGREK Phalaenopsis amabilis L. var. Jawa Candiochid AKIBAT IRADIASI SINAR GAMMA

Agung Suwarno, 4450408035 (2013) RESPON PERTUMBUHAN PLANLET ANGGREK Phalaenopsis amabilis L. var. Jawa Candiochid AKIBAT IRADIASI SINAR GAMMA. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (RESPON PERTUMBUHAN PLANLET ANGGREK Phalaenopsis amabilis L. var. Jawa Candiochid AKIBAT IRADIASI SINAR GAMMA)
Download (1628Kb)

    Abstract

    Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman anggrek spesies alam yang sangat besar dan tersebar di seluruh wilayah nusantara. Di antara 5000 spesies anggrek yang ditemukan di wilayah Indonesia, Phalaenopsis merupakan salah satu genus yang terkenal akan keindahan dan keragaman coraknya. Phalaenopsis amabilis L. merupakan jenis anggrek asli Indonesia yang mempunyai empat warna, bentuk dan aroma yang khas, serta memiliki bunga yang dapat bertahan kurang lebih dua minggu. Pada umumnya, Phalaenopsis amabilis L. tidak dikembangbiakkan menggunakan biji secara alamiah tetapi harus menggunakan mikoriza karena biji anggrek tidak mempunyai cadangan makanan. Perbanyakan anggrek secara alami menghasilkan persentase perkecambahan yang kurang memenuhi permintaan petani anggrek, hal tersebut dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode kultur jaringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh iradiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan planlet anggrek Phalaenopsis amabilis L. var. Jawa Candiochid. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam penelitian ini terdapat 5 kelompok perlakuan yaitu 0(kontrol), 10, 20, 30 dan 40 (Gray) dengan 7 ulangan pada setiap perlakuan. Pertumbuhan planlet dapat diketahui dengan parameter pertumbuhan planlet pasca iradiasi, kecepatan munculnya daun, kecepatan munculnya akar, jumlah daun, dan jumlah akar. Hasil uji beda nyata terkecil (BNT) menunjukkan bahwa perlakuan yang tidak diiradiasi berbeda signifikan terhadap pertumbuhan planlet pasca iradiasi dan jumlah akar. Hal ini berarti pemberiaan dosis iradiasi sinar gamma yang semakin tinggi menyebabkan persentase tumbuh planlet dan jumlah akar terhambat. Untuk dosis 10 dan 20 (Gray) berbeda signifikan terhadap parameter jumlah daun. Sedangkan pada dosis 40 Gray berbeda signifikan terhadap kecepatan munculnya daun, Hal ini berarti pemberian iradiasi sinar gamma yang semakin tinggi dapat mempercepat munculnya daun, dan pada dosis 30 Gray berbeda signifikan terhadap kecepatan munculnya akar, hal ini berarti pemberian iradiasi sinar gamma yang semakin tinggi menyebabkan kecepatan munculnya akar semakin cepat. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian irradiasi sinar gamma berpengaruh terhadap pertumbuhan planlet pasca iradiasi, kecepatan munculnya daun, kecepatan munculnya akar, jumlah daun, dan jumlah akar

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Planlet Anggrek, media MS, Iradiasi sinar gamma
    Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
    S Agriculture > SB Plant culture
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi, S1
    Depositing User: IndahTP perpus unnes
    Date Deposited: 12 May 2014 11:42
    Last Modified: 12 May 2014 11:42

    Actions (login required)

    View Item