GRUP MUSIK DANGDUT GONDHANG NADA DI DESA KEDUNGSARI KECAMATAN TAYU KABUPATEN PATI (Kajian Tentang Usaha Pengembangan dan Fungsi)

Endah Setyorini , 25019060887 (2007) GRUP MUSIK DANGDUT GONDHANG NADA DI DESA KEDUNGSARI KECAMATAN TAYU KABUPATEN PATI (Kajian Tentang Usaha Pengembangan dan Fungsi). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Musik dangdut merupakan bagian dari seni musik yang berkembang di Indonesia, salah satunya di desa Kedungsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Musik ini memiliki keterkaitan erat dengan budaya lokal yaitu budaya melayu. Meskipun demikian, di daerah Kedungsari Kecamatan Tayu Kabupaten Pati musik dangdut merupakan salah satu pilihan masyarakat. Untuk mendukung perkembangan jenis musik ini, dibutuhkan suatu usaha pengembangan. Hal itu dimaksudkan agar dalam peningkatannya tidak kalah dengan musik-musik jenis lainnya. Akan tetapi di desa Kedungsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati tidak demikian halnya. Ada salah satu grup musik dangdut yang memiliki nama Gondhang Nada perkembangannya lamban sekali dalam hal penerimaan job pentas/pementasan. Mangapa demikian? Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini. Berdasarkan permasalahan yang ada dalam penelitian, tujuan yang hendak dicapai adalah (1) kajian usaha pengembangan grup musik dangdut Gondhang Nada di desa Kedungsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, (2) kajian fungsi/peran grup musik dangdut Gondhang Nada bagi pemainnya dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang memberikan gambaran mengenai data-data yang berhubungan dengan usaha pengembangan grup musik dangdut Gondhang Nada dan fungsinya bagi pemain dan masyarakat. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan yang terdiri dari pengumpulan data, mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya usaha-usaha pengembangan grup musik dangdut Gondhang Nada masih belum optimal. Hal ini bisa dilihat dari usaha pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penyedian ruang latihan, alat musik, seragam, spanduk, promosi, dan surat perijinan, sekalipun masih dalam proses pengurusan. Usaha lainnya adalah pengembangan sumber daya manusia yang mengacu pada keahlian dalam bermain musik, hal itu didukung dengan pembuatan jadwal latihan, perbaikan teknik latihan, memperbanyak penguasaan lagu, peningkatan kesejahteraan pemain, dan perbaikan vokalis. Dari kedua jenis usaha di atas, masih ada usaha lain yang lebih penting yaitu pendanaan. Dalam hal pendanaan dibutuhkan usaha yang keras untuk mendukung perkembangan grup musik dangdut Gondhang Nada. Selama ini pendanaannya bersumber dari pemimpin, kas dan masyarakat pemerhati. Usaha-usaha yang sudah dilakukan akan lebih nampak hasilnya apabila didukung dengan adanya fungsi grup musik dangdut Gondhang Nada baik bagi pemimpin, pemain dan masyarakat sekitar tidak hanya sekedar sebagai hiburan. Agar perjalanan grup musik dangdut Gondhang Nada dapat bertahan, maka usaha-usaha yang dilakukan diharapkan lebih maksimal. Hal itu harus dilakukan oleh semua pihak yang terkait. Antara lain pemimpinnya diharapkan dapat memberikan motivasi dan dorongan, agar pemain dan vokalisnya dapat bermain maksimal, selalu menjaga kekompkan / kebersamaan. Demikian pula pemainnya diharapkan selalu menjaga kualitas permainan, menjaga kekompakan dan kebersamaan. Adapun vokalisnya dapat meningkatkan kualitas vokal dan penampilan yang menjadi tuntutan masyarakat.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: musik dangdut
Subjects: M Music and Books on Music > M Music
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Musik)
Depositing User: dwi perpus unnes
Date Deposited: 26 Apr 2011 02:44
Last Modified: 25 Apr 2015 00:35

Actions (login required)

View Item