PERUBAHAN MAKNA DAN FUNGSI REOG BANJARHARJO DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT (STUDI KASUS DESA BANJARHARJO, KECAMATAN BANJARHARJO, KABUPATEN BREBES)

Andri Fitrianto, 3501408001 (2013) PERUBAHAN MAKNA DAN FUNGSI REOG BANJARHARJO DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT (STUDI KASUS DESA BANJARHARJO, KECAMATAN BANJARHARJO, KABUPATEN BREBES). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PERUBAHAN MAKNA DAN FUNGSI REOG BANJARHARJO DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT (STUDI KASUS DESA BANJARHARJO, KECAMATAN BANJARHARJO, KABUPATEN BREBES)) - Published Version
Download (789Kb)

    Abstract

    Desa Banjarharjo memiliki kesenian yang hingga kini masih bertahan, yaitu kesenian Reog Banjarharjo yang digunakan sebagai tradisi ritual untuk mengusir mahluk halus. Tetapi perkembangan zaman membuat kesenian tradisional ini nyaris punah dan sudah jarang dimainkan. Sebagai upaya untuk menjaga kelestarian seni pertunjukan Reog Banjarharjo, group Puspa Budaya melakukan suatu kreatifitas budaya untuk meningkatkan daya tarik masyarakat, yaitu dengan memadukan berbagai kesenian salah satunya adalah musik jaipong. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana bentuk kesenian Reog Banjarharjo dahulu dan saat ini, 2) Bagaimana perubahanperubahan baik makna dan fungsi yang terdapat pada Reog Banjarharjo, 3) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan makna dan fungsi Reog Banjarharjo. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui bentuk kesenian Reog Banjarharjo dahulu dan saat ini, 2) Mengetahui perubahan makna dan fungsi Reog Banjarharjo pada masyarakat Desa Banjarharjo, 3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan makna dan fungsi Reog Banjarharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian di Desa Banjarharjo, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang dari Karang Taruna Puspa Budaya, dan 5 orang yang mengetahui kesenian Reog Banjarharjo. Informan pendukung penelitian terdiri dari 1 orang yaitu Kepala Desa Banjarharjo, dan 6 masyarakat di Desa Banjarharjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah teknik triangulasi data. Teknik analisis data mencakup empat hal yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kesenian Reog Banjarharjo merupakan sebuah kesenian yang digunakan oleh masyarakat di Desa Banjarharjo sebagai ritual untuk mengusir mahluk halus dalam sebuah rumah atau ruwatan rumah. 2) Kesenian Reog Banjarharjo di Desa Banjarharjo sudah mengalami beberapa perubahan, tidak saja perubahan fungsi yang tidak lagi digunakan sebagai ritual dan berganti menjadi hiburan tetapi juga mengalami perubahan makna di dalam pertunjukannya. Perubahan makna terjadi dalam pertunjukan Reog Banjarharjo karena hilangnya kepercayaan masyarakat setempat yaitu kepercayaan Sabeksa. 3) Perubahan yang terjadi dalam pertunjukan Reog Banjarharjo tidak saja disebabkan karena faktor perkembangan masyarakat Desa Banjarharjo tetapi juga karena faktor lain yaitu sosial-budaya, ekonomi, dan pendidikan. Dari hasil penelitian di analisa dengan menggunakan teori Strukturasi Giddens bahwa perubahan yang terjadi pada Reog Banjarharjo baik perubahan pada makna dan fungsinya disebabkan oleh agen dan struktur. Agen disini adalah pelaku Reog Banjarharjo dan struktur adalah perilaku-perilaku masyarakat Desa Banjarharjo yang menghasilkan sistem baru. Simpulannya Reog Banjarharjo saat ini sudah mengalami berbagai perkembangan sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan pada Reog Banjarharjo, perubahan pada Reog Banjarharjo dapat terlihat dari pertunjukan Reog Banjarharjo yang tidak digunakan lagi sebagai ritual ruwat rumah akan tetapi sebagai hiburan bagi masyarakat Desa Banjarharjo. Jadi perubahan yang terjadi pada kesenian Reog Banjarharjo baik dari makna dan fungsinya merupakan upaya yang dilakukan oleh Karang Taruna Puspa Budaya dan masyarakat Desa Banjarharjo untuk melestarikan kesenian Reog Banjarharjo hingga dapat bertahan sampai saat ini. Sarannya Bagi Karang Taruna Puspa Budaya, bahwa meskipun Reog Banjarharjo sudah mengalami berbagai tantangan yang menyebabkan terjadinya perubahan baik itu dari masyarakat setempat yang mulai tidak peduli terhadap Reog Banjarharjo, seharusnya tidak menjadikan kesenian Reog Banjarharjo kehilangan identitasnya sebagai sebuah tradisi yang harus terus dilestarikan sebagai warisan budaya dari nenek moyang agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman yang modern ini. Di sini Karang Taruna Reog Banjarharjo harus memasukan kembali identitas asli dari Reog Banjarharjo seperti mengadakan kembali tarian Pentul melawan Barongan yang saat ini sudah tidak ada.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kesenian, Tradisi, Reog Banjarharjo.
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 04 Nov 2013 04:36
    Last Modified: 04 Nov 2013 04:36

    Actions (login required)

    View Item