PROFIL BURUH PEREMPUAN PENGRAJIN KASUR LANTAI DI DUSUN WANALAYA DESA BANJARKERTA KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PURBALINGGA

Amin Suyuthi, 3401409069 (2013) PROFIL BURUH PEREMPUAN PENGRAJIN KASUR LANTAI DI DUSUN WANALAYA DESA BANJARKERTA KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PURBALINGGA. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PROFIL BURUH PEREMPUAN PENGRAJIN KASUR LANTAI DI DUSUN WANALAYA DESA BANJARKERTA KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PURBALINGGA)
Download (1595Kb)

    Abstract

    Masyarakat yang menganut budaya patriarkhi menempatkan seorang laki-laki pada posisi yang utama misalnya sebagai kepala keluarga yang diwajibkan memberi nafkah keluarganya, sedangkan perempuan atu seorang istri menempati posisi yang ke dua dan diidentikkan dengan konco wingking yang hanya mengurusi pekerjaan rumah. Perempuan banyak yang berperan aktif untuk mendukung ekonomi keluarga, seperti yang terjadi pada buruh perempuan pengrajin kasur lantai. Buruh perempuan pengrajin kasur lantai bekerja membuat kasur lantai sebagai wujud bahwa perempuan bukan hanya sebagai konco wingking yang bertugas mengurus pekerjaan domestik, namun juga bisa berpartisipasi di ranah publik dengan bekerja menjadi buruh perempuan pengrajin kasur lantai, lalu bagaimana kehidupan buruh perempuan pengrajin kasur lantai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui profil kehidupan buruh perempuan pengrajin kasur lantai di Dusun Wanalaya, Desa Banjarkerta, Kecamatan Karang anyar, Kabupaten Purbalingga, (2) mengetahui pekerjaan yang dilakukan buruh perempuan di industri kasur lantai di Dusun Wanalaya, Desa Banjarkerta, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, (3) mengetahui kendala yang dihadapi buruh perempuan pengrajin kasur lantai di industri kasur lantai. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan konsep buruh perempuan dan konsep peran gender. Lokasi penelitian berada di Dusun Wanalaya, Desa Banjarkerta, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga. Subjek penelitian buruh perempuan pengrajin kasur lantai. Pengumpulan data memakai teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data memakai teknik triangulasi. Analisis data memakai metode analisis data kualitatif yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama mayoritas yang menjadi buruh perempuan pengrajin kasur lantai adalah ibu-ibu rumah tangga. Usia buruh perempuan pengrajin kasur lantai berfariasi antara 23 tahun sampai 57 tahun, kebanyakan buruh perempuan pengrajin kasur lantai lulusan SD, tapi ada juga yang SMP. Buruh perempuan pengrajin kasur lantai mendapatkan upah berdasarkan jumlah kasur yang berhasil dibuat yaitu Rp. 3.500 untuk satu kasur yang selesai dibuat dan rata-rata buruh perempuan pengrajin kasur lantai dalam satu hari mampu membuat kasur lantai sebanyak delapan sampai dengan sepuluh buah kasur lantai. Buruh perempuan pengrajin kasur lantai yang membuat kasur lantai di gudang bekerja dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Kedua pekerjaan yang dilakukan buruh perempuan pengrajin kasur lantai di industri kasur lantai adalah membuat kasur lantai, yaitu mengisi kain kasur lantai dengan kapas menggunakan pipa paralon dengan ukuran sedang dan tongkat untuk membantu mendorong kapas agar masuk kedalam lubang kain kasur lantai, kemudian dijahit hingga rapat. Ketiga kendala yang dihadapi buruh perempuan pengrajin kasur lantai di industri kasur lantai adalah:Jika sakit, Jika bahan baku untuk membuat kasur lantai tidak ada, bagi buruh perempuan pengrajin kasur lantai yang memiliki anak yang masih kecil jika anaknya sakit, bagi buruh perempuan pengrajin kasur lantai yang mempuanyai anak kecil yang sedang sekolah di TK dan harus diantar dan ditemani sampai pulang. Saran yang dapat penulis rekomendasikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagi pihak pemilik industri kasur lantai lebih memperhatikan buruhnya misalnya dengan memberikan bantuan kesehatan bagi buruh perempuan pengrajin kasur lantai yang sakit dan lebih memperhatikan kesejahteraan buruh dengan meningkatkan upah kerja. Bagi buruh perempuan pengrajin kasur lantai dalam bekerja membuat kasur lantai memperhatikan keselamatan kerja dan kesehatan, misalnya dengan menggunakan masker saat membuat kasur lantai dan tidak membuat kasur lantai sampai larut malam dan istirahat yang cukup.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Profil Buruh Perempuan, Pengrajin Kasur Lantai, Masyarakat Dusun Wanalaya.
    Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 04 Nov 2013 03:59
    Last Modified: 04 Nov 2013 03:59

    Actions (login required)

    View Item