ANALISIS RANTAI DISTRIBUSI KOMODITAS PADI DAN BERAS DI KECAMATAN PATI KABUPATEN PATI

Agus Ariwibowo, 7450408044 (2013) ANALISIS RANTAI DISTRIBUSI KOMODITAS PADI DAN BERAS DI KECAMATAN PATI KABUPATEN PATI. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (ANALISIS RANTAI DISTRIBUSI KOMODITAS PADI DAN BERAS DI KECAMATAN PATI KABUPATEN PATI)
Download (1739Kb)

    Abstract

    Komoditas padi merupakan sub sektor pertanian yang dominan di Kecamatan Pati. Suatu kegiatan yang berhubungan dengan pertanian terhadap pihak-pihak yang berperan di dalamnya baik proses produksi dan distribusinya. Dalam upaya mempersempit disparitas harga padi di tingkat petani dan konsumen di Kecamatan Pati, maka diperlukan studi mengenai sistem pemasaran komoditas padi sawah. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini : (1) Bagaimana pola distribusi komoditas padi dan beras mulai dari petani sampai konsumen akhir di Kecamatan Pati Kabupaten Pati. (2) Seberapa besar margin keuntungan yang diterima masing-masing pelaku pemasaran dalam rantai distribusi komoditas padi dan beras di Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Lokasi penelitian ditentukan pada tiga Desa yang ada di Kecamatan Pati merupakan sentra produksi padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2012-Januari 2013. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 petani padi sawah, 15 pedagang tengkulak, 10 penggilingan padi, 5 pedagang pengepul, 10 pedagang pengecer melalui teknik snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif terhadap pola distribusi dan margin pemasaran padi sawah. Hasil penelitian yaitu di Kecamatan Pati terdapat tiga pola distribusi, yaitu Pertama; petani ke pedagang tengkulak ke penggilingan padi ke pedagang pengepul ke pedagang pengecer ke konsumen; kedua, petani ke pedagang tengkulak ke penggilingan padi ke pedagang pengecer ke konsumen; ketiga, petani ke penggilingan padi ke pedagang pengepul ke pedagang pengecer ke konsumen. Margin pemasaran tertinggi pada varietas padi dominan tertinggi terjadi pada penggilingan padi sebesar 44,4 persen, kemudian pedagang tengkulak 7,5 persen, pedagang pengepul 3.6 persen, dan pedagang pengecer 3,4 persen dari keseluruhan nilai marjin pemasaran padi sawah. Saran dalam penelitian ini yaitu; (1) Harga yang diterima petani dalam menjual hasil panen dengan sistem tebasan relatif rendah tidak sesuai dengan risiko usaha tani padi mengindikasikan lemahnya posisi tawar petani. (2) Ketidakterlibatan petani secara langsung ke dalam pasar membuat petani tidak dapat menangkap insentif dari nilai tambah perdagangan padi dan beras. Dalam jangka pendek hendaknya pemerintah mendorong petani untuk menjual padi atau gabah dalam bentuk beras. (3) Berdasarkan analisis margin pemasaran dapat diketahui bahwa nilai tambah pemasaran komoditas padi yang melalui pedagang tengkulak, penggilingan padi, pedagang pengepul dan pengecer adalah sekitar Rp. 4.503,- per Kg. Keuntungan yang seharusnya diperoleh petani jika menjual padi dan sudah menjadi beras langsung ke konsumen. (4) Perlu adanya program dari lembaga institusi publik untuk membantu para petani dalam hal permodalan.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Padi dan Beras, Rantai Distribusi, Marjin Pemasaran
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan, S1
    Depositing User: sunarti perpus unnes
    Date Deposited: 19 May 2014 12:34
    Last Modified: 19 May 2014 12:34

    Actions (login required)

    View Item