KAJIAN TENTANG KAMMI (KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA) SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN POLITIK MAHASISWA

Nur Indah Wahyuni, 3301409023 (2013) KAJIAN TENTANG KAMMI (KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA) SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN POLITIK MAHASISWA. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (KAJIAN TENTANG KAMMI (KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA) SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN POLITIK MAHASISWA)
Download (744Kb)

    Abstract

    Pendidikan politik adalah proses penyadaran dan pendewasaan politik para anggota masyarakat yang diharapkan senantiasa “melek politik”. Pendidikan politik sangat penting di berikan bagi generasi penerus bangsa dan pemerintah wajib memfasilitasinya. Salah satu sarana pelaksana pendidikan politik bagi mahasiswa adalah organisasi KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Program apa saja yang dilaksanakan KAMMI sebagai sarana pendidikan politik mahasiswa, (2) Bagaimana hambatan yang dihadapi KAMMI dalam pelaksanaan pendidikan politik bagi mahasiswa, dan (3) Bagaimana tindak lanjut (follow up) dari proses pendidikan politik bagi anggota KAMMI yang telah lulus sarjana. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui program-program yang dilaksanakan KAMMI sebagai sarana pendidikan politik mahasiswa, (2) Untuk mengetahui hambatan–hambatan yang dihadapi KAMMI dalam pelaksanaan pendidikan politik bagi mahasiswa, dan (3) untuk mengetahui tindak lanjut (follow up) dari proses pendidikan politik bagi anggota KAMMI yang telah lulus sarjana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dalam penelitian ini berada di 2 tempat, yakni KAMMI Komisariat Unnes dan KAMMI Komisariat Sholahuddin Al Ayyubi UNS. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi, observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pendidikan politik oleh KAMMI dilakukan melalui program Daurah Marhalah, Aksi KAMMI, dan Sekolah politik. Hambatan yang dialami KAMMI sebagai sarana pendidikan politik berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal disebabkan karena kader KAMMI yang memiliki amanah lebih dari satu, pendanaan kegiatan, dan benturan waktu antara kegiatan intrakampus dan ekstrakampus. Faktor eksternal berasal dari peserta pendidikan politik. Follow up / tindak lanjut bagi kader yang telah lulus sarjana adalah dengan menjadikan mereka sebagai pengurus KAMMI Daerah, KAMMI Wilayah, dan KAMMI Pusat. Saran yang diajukan dalam penelitian ini 1) sebelum pelaksanaan kegiatan hendaknya melakukan koordinasi dengan semua pengurus agar tidak terjadi bentrokan waktu antara kegiatan organisasi intrakampus dan ekstrakampus lain serta agar pesertanya bisa optimal dan 2) KAMMI dapat mengembangkan metode penyampaian pendidikan politik yang lebih kreatif dan menarik sehingga lebih banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti pendidikan politik.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pendidikan Politik, KAMMI
    Subjects: J Political Science > JC Political theory
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 01 Nov 2013 07:14
    Last Modified: 01 Nov 2013 07:14

    Actions (login required)

    View Item