TOILET TRAINING PADA ANAK DOWN SYNDROME (Studi Kasus pada Siswa Down Syndrome di SLB-C1 Widya Bhakti Semarang)

Astri Mariana, 1550407027 (2013) TOILET TRAINING PADA ANAK DOWN SYNDROME (Studi Kasus pada Siswa Down Syndrome di SLB-C1 Widya Bhakti Semarang). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (TOILET TRAINING PADA ANAK DOWN SYNDROME (Studi Kasus pada Siswa Down Syndrome di SLB-C1 Widya Bhakti Semarang))
Download (2225Kb)

    Abstract

    Pemberian toilet training dari orang tua kepada anak merupakan hal yang cukup menantang terutama bila anak memiliki kebutuhan khusus. Bagi anak down syndrome, toilet training memerlukan waktu lebih lama dikarenakan mereka memiliki keterbatasan fisik dan kognitif. Kemampuan toilet training anak down syndrome berbeda antara anak satu dengan anak yang lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha menggambarkan secara lebih jelas dan mendalam tentang pelaksanaan toilet training serta faktor pendukung dan penghambat keberhasilan toilet training pada anak down syndrome di SLB-C1 Widya Bhakti Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini melibatkan tiga orang anak down syndrome, narasumber primer penelitian ini adalah orang tua subjek. Narasumber sekunder meliputi keluarga subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan toilet training oleh orang tua pada anak down syndrome menggunakan teknik lisan dan teknik modelling. Keberhasilan toilet training anak down syndrome dipengaruhi oleh faktor internal yaitu kesiapan fisik, kesiapan psikologis, kesiapan sensorik, dan kemampuan komunikasi yang baik. Faktor eksternal yang mendorong keberhasilan toilet training yaitu kesiapan orang tua yang baik, pengetahuan keluarga tentang toilet training yang tinggi, pola asuh orang tua, motivasi stimulasi toilet training dari orang tua yang tinggi, pemberian reward dan punishment oleh orang tua. Sikap konsisten dalam mengajarkan toilet training dan pola asuh otoriter juga berperan dalam keberhasilan toilet training anak down syndrome. Faktor penghambat keberhasilan toilet training yaitu ketidaksiapan intelegensi karena faktor down syndrome dan rasa khawatiran ibu apabila anak tidak bersih jika melakukan sendiri. Fasilitas toilet yang kurang memadai yang ada di rumah tidak mempengaruhi keberhasilan toilet training. Saran bagi orang tua dan pengasuh diharapkan untuk lebih tegas dan lebih konsisten dalam pelaksanaan toilet training pada anak down syndrome. Pemberian reward dan punishment kepada anak sebagai tehnik dalam pengajaran toilet training.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: toilet training dan anak down syndrome
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi (S1)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi (S1)
    Depositing User: haminati perpus unnes
    Date Deposited: 31 Oct 2013 12:36
    Last Modified: 31 Oct 2013 12:36

    Actions (login required)

    View Item