SOSIALISASI ANAK UNTUK KELANGSUNGAN USAHA MEBEL (STUDI KASUS PADA KELUARGA PENGUSAHA MEBEL DI DESA KARANGGONDANG, KECAMATAN MLONGGO, KABUPATEN JEPARA).

Aris Sofianto, 3501408069 (2013) SOSIALISASI ANAK UNTUK KELANGSUNGAN USAHA MEBEL (STUDI KASUS PADA KELUARGA PENGUSAHA MEBEL DI DESA KARANGGONDANG, KECAMATAN MLONGGO, KABUPATEN JEPARA). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (SOSIALISASI ANAK UNTUK KELANGSUNGAN USAHA MEBEL (STUDI KASUS PADA KELUARGA PENGUSAHA MEBEL DI DESA KARANGGONDANG, KECAMATAN MLONGGO, KABUPATEN JEPARA))
Download (824Kb)

    Abstract

    Usaha mebel di Desa Karanggondang adalah usaha milik sendiri yang di teruskan kepada anakknya dan lama kelamaan menjadi usaha turun temurun pada awal munculnya oraang Karanggondang membuat mebel di gunakan hanya untuk kebutuhan pribadi tidak dijual belikan kepada orang lain dan masih menggunakkan alat yang masih tradisional tidak manggunakan mesinseiring kemajuan zaman dan untuk memenuhi kebutuhan orang banyak maka orang Karanggondang membuat mebel untuk di jual, dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana perkembangan usaha mebel di Desa Karanggondang (2) bagaimana sosialisasi anak untuk melanjutkan usaha mebel di Desa Karanggondang (3) bagaimana kekuatan dan hambatan yang dihadapi oleh keluarga pengusaha mebel di Desa Karanggondang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara sosialisasi orangtua kepada anak untuk kelangsungan usaha mebel di Desa Karanggondang. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Subjek penelitian adalah para pengusaha mebel sedangkan informannya adalah perangkat Desa, mantan pengusaha mebel dan anak pengusaha mebel. Pengumpulan data memakai observasi, wawancara, dokumentasi. Validitas data memakai teknik triangulasi. Analisis data memakai metode analisis data kualitatif yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan mebel di Desa Karanggondang pada saat krisis moneter menyebabkan usaha mebel di jepara khususnya di Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo karena mata uang yang digunakan adalah dolar dan didukung adanya JTTC (Jepara Trade andTouris Center) yang berfungsi sebagai pusat informasi promosi komuditas produk Jepara. Sosilialisasi anak untuk melanjutkan usaha keluarga dengan cara melakukan alih generasi dengan cara anak diajari orang tua dari belajar membuat mebel sampai manajemen, anak diajari bagaimana cara menyerut kayu, menggergaji sampai membuat mebel sendiri sampai manajemen keuangan. Pola sosialisasi untuk kelangsungan usaha mengedepankan aspek demokratis karena mengedepankan aspek pendidikan dalam melatih anak-anaknya metode ini menggunakan penjelasan, diskusi, dan penalaran untuk mengerti mengapa perilaku tertentu dapat diharapkan.Kekuatan dan kendala yang dihapai oleh para pengusaha mebel adalah orangtuanya memberi pelajelasan mengenai usaha mebel dan anak bisa mengelola usaha mebel, sedangkan hambatannya adalah anaknya lebih memilih sekolah dibandingkan meneruskan usaha dan anaknya pergi merantau. Hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa (1) Perkembangan usaha mebel di Desa Karanggondang telah mengalami berbagai perubahan, yang dulunya non konvensional sekarang sudah konvensional, dulu mebel hanya sebagai pewarisan secara turun temurun, secara otodidak dan sekarang sudah dilakukan secara profesional.(2) Kelangsungan usaha mebel dapat terus berkembang karena merupakan usaha turun-temurun dari generasi ke generasi. Sosialisasi pengusaha mebel dalam menjaga kelangsungan usaha mebel adalah dengan cara, melakukan alih generasi, seperti anak diberi penjelasan terhadap bagaiman cara mengolah kayu memproduksi kayu sampai menjual mebel. Proses alih generasi ini dilakukan agar usaha yang dirintis oleh keluarga dan dapat dilanjutkan serta dikembangkan oleh generasi berikutnya.Sosialisasi pengusaha mebel dalam menjaga kelangsungan usaha mebel adalah dengan cara melakukan usaha dengan mengedepankan aspek demoklratis karena mengedepankan aspek pendidikan dalam mendidik anaknya dengan menggunakan penjelasan diskusi, dan penalaran untuk mengerti terhadap perilaku yang diharapka(3) Pendukung kelangsungan usaha mebel adalah Keinginan orangtua supaya usaha tidak jatuh ketangan oranglain, Minat anak yang besar terhadap usaha mebel, dan lingkungan Desa yang mendukung (4) Penghambat adalah anak nya pengusaha memilih sekolah ke luar daerah, Anaknya merantau keluar daerah, anak memilih pekerjaan lain, usaha mebel yang bangkrut. Saran dari penulis merekomandasikan dalam penelitian adalah (1) Anak anak para pengusaha mebel yang disekolahkan selain memiliki ketrampilan, sebaiknya orangtua pengusaha mebel juga membekali anaknya dengan pendidikan yang baik sehingga dapat mengelola usaha dengan manajemen yang lebih baik (2) Pemerintah hendaknya memdukung proses sosialisasi, yaitu dengan cara memberikan pelatihan mebel dan sekolah mulai dari SD sampai SMA memberi mata pelajaran muatan lokal yaitu seni ukir biar anak bisa membuat mebel biar mebel berkembang terus.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Industri mebel, , Kelangsungan usaha, Pengusaha, Sosialisasi anak.
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: yuniati perpus unnes
    Date Deposited: 31 Oct 2013 12:35
    Last Modified: 31 Oct 2013 12:35

    Actions (login required)

    View Item