DISTRIBUSI SPASIAL DAN KARAKTERISTIK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN DI KECAMATAN UNGARAN BARAT

ALINA MASDA MAWADDAH, 3250408049 (2013) DISTRIBUSI SPASIAL DAN KARAKTERISTIK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN DI KECAMATAN UNGARAN BARAT. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (DISTRIBUSI SPASIAL DAN KARAKTERISTIK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN DI KECAMATAN UNGARAN BARAT)
Download (4Mb)

    Abstract

    Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ungaran Barat yang menunjukkan perkembangan pesat tumbuhnya industri dengan spesialisai indutri rumah tangga makanan dan merupakan sumber mata pencaharian pokok penduduk. Berkembangnya industri ini tentunya dapat memberikan kontribusi pendapatan daerah dan rumah tangga sehingga distribusi spasial IRTP perlu dikaji dan dideskripsikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui distribusi spasial lokasi industri, asal penghasil bahan baku dan daerah jangkauan pemasaran industri, 2) Untuk mengetahui karakteristik industri yang meliputi modal, bahan baku, tenaga kerja, produksi dan pemasaran 3) Untuk mengetahui besaran kontribusi pendapatan pengusaha IRTP terhadap pendapatan rumah tangga atau keluarga. Populasi penelitian yaitu pengusaha IRTP sebanyak 45 jiwa. Penelitian ini menggunakan total sampling, yaitu seluruh populasi diambil sebagai sampel. Variabel penelitian adalah distribusi spasial IRTP meliputi lokasi, asal bahan baku dan jangkauan pemasaran, karakteristik IRTP meliputi asal modal, modal awal, modal belanja, modal operasional, jenis dan perolehan bahan baku, proses produksi, jumlah dan sistem kerja tenaga kerja dan cara pemasaran, kontribusi IRTP terhadap pendapatan rumah tangga atau keluarga pengusaha. Metode penelitian menggunakan metode survey, dokumentasi dan wawancara. Alat pengumpul data menggunakan GPS dan instrumen. Analisis data dengan cara deskriptif presentase dan analisis peta. Hasil penelitian yaitu distribusi spasial lokasi IRTP di Desa Lerep, Keji, Kalisidi dan Kelurahan Genuk Barat yaitu IRTP keripik, tempe, tahu dan roti. Distribusi spasial asal bahan baku kedelai berasal dari luar negeri yaitu Amerika dan Argentina sedangkan bahan baku tepung terigu, bayam kacang tanah dan hijau berasal dari dalam negeri yaitu Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Demak. Distribusi spasial daerah jangkauan pemasaran IRTP keripik sampai ke luar Kota/Kabupaten yaitu Semarang, Demak, Kendal, Temanggung, Salatiga, Boyolali, Pati, Jepara, Rembang dan Grobogan serta hasil IRTP roti sampai ke Kabupaten Jepara, Demak, Kendal, Kota Semarang dan Salatiga. Pemasaran IRTP tempe menjangkau ke luar kecamatan yaitu Kecamatan Bandarjo dan Ungaran serta hasil IRTP tahu sampai ke Kecamatan Ungaran, Lerep, Bandarjo, Candirejo dan Langensari. Asal modal pengusaha berasal dari bank, pinjaman keluarga dan modal sendiri. Rata-rata besaran modal awal adalah Rp.1.300.000,00 kecuali 2 pengusaha roti dengan modal Rp.25.000.000,00 dan Rp.10.000.000,00. Rata-rata modal belanja Rp.645.000,00 dan Rata-rata modal operasional Rp.55.000,00. Rata-rata tenaga kerja pengusaha adalah dua pekerja. Sistem kerja yang digunakan adalah harian (38,24%), borongan (58,82%) dan bulanan (2,94%). Jenis bahan baku yang digunakan adalah bahan pangan kedelai, bayam, tepung terigu, kacang tanah dan hijau. Produk yang dihasilkan adalah keripik (84,44%), tahu (2,22%), tempe (8,89%) dan roti (4,44%). Cara pemasaran produk industri oleh pengusaha IRTP dilakukan secara langsung (73,33%), tidak langsung (6,67%) dan keduanya (20%). Kontribusi pendapatan pengusaha IRTP terhadap pendapatan rumah tangga/keluarga rata-rata perbulan sebesar Rp.2.550.000,00 dan rata-rata pendapatan total keluarga Rp.3.480.000,00 dengan rata-rata pengeluaran perbulan Rp.2.310.000,00. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah distribusi spasial lokasi industri terpusat atau terkonsentrasi secara geografis di Desa Lerep tepatnya berada di Dusun Karang Bolo yang spesialisasinya adalah industri keripik mencapai 73,33%. Terkait dengan hasil penelitian, maka peneliti memberikan saran bahwa perlu adanya pengaturan bagi pengusaha yang masih menerapkan sistem kerja borongan agar kegiatan produksi dapat berjalan dengan teratur. Pengusaha harus kreatif dalam hal pemasaran produk dengan mengikuti pameran – pameran hasil makanan ringan dan desain produk yang kreatif. Pengusaha perlu melakukan hubungan denga Dinas Perindustrian dan Perdagangan supaya mendapatkan bimbingan dan penyuluhan demi kemajuan IRTP di Kecamatan Ungaran Barat. Pengusaha sebaiknya membentuk sebuah koperasi, sehingga dapat membantu permodalan dan dapat menampung pemasaran agar tidak jatuh ke tangan tengkulak sehingga keuntungan hasil produk industri yang diperoleh dapat maksimal.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Distribusi Spasial, Karakteristik IRTP, Pendapatan
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
    H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
    Depositing User: sunarti perpus unnes
    Date Deposited: 31 Oct 2013 07:31
    Last Modified: 31 Oct 2013 07:31

    Actions (login required)

    View Item