MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA JENIS-JENIS TANAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DI SD NEGERI PENGALUSAN 4 PURBALINGGA

Agus Setiyanto, 1402408061 (2012) MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA JENIS-JENIS TANAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DI SD NEGERI PENGALUSAN 4 PURBALINGGA. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA JENIS-JENIS TANAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DI SD NEGERI PENGALUSAN 4 PURBALINGGA)
Download (1958Kb)

    Abstract

    IPA merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan, konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain pengamatan, identifikasi, penyusunan dan pengujian gagasan serta penyelidikan. Pembelajaran IPA masih banyak penggunaan model konvensional yaitu masih terpusat pada guru, sehingga siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini yang terjadi di SD Negeri Pengalusan 4 pada pembelajaran IPA materi Jenis-jenis Tanah tahun ajaran 2010/2011. Dari hasil refleksi, bahwa pemahaman terhadap Jenis-jenis Tanah masih tergolong kurang. Dari 23 siswa diperoleh rata-rata 6,25. Sebanyak 9 atau 39,13% siswa yang mendapatkan nilai sesuai dengan KKM yaitu 60, sementara 5 atau 21,74% sisanya mendapatkan nilai di bawah nilai 60 atau belum mengalami belajar tuntas. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM sebanyak 9 siswa atau 39,13%. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SD Negeri Pengalusan 4, Desa Pengalusan, Kec. Mrebet, Kab. Purbalingga Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan jumlah siswa sebanyak 14 siswa, dengan jumlah siswa lakilaki sebanyak 7 siswa dan jumlah siswa perempuan sebanyak 7 siswa. Tahapan dalam penelitian ini dalam bentuk siklus yang meliputi: yaitu, (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) observasi; dan (4) refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan : (1) teknik tes; (2) observasi; dan (3) dokumen. Indikator keberhasilan meliputi hasil belajar IPA, aktivitas belajar siswa dan performansi guru. Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata siswa yaitu 71,07 pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 83,21 pada siklus II. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal juga mengalami peningkatan, pada siklus I adalah 71,42%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 100%. Aktivitas belajar siswa selama pembelajaran meningkat dengan rata-rata 73,67% pada siklus I menjadi 80,92 pada siklus II. Performansi guru yang diobservasi sudah mencapai nilai baik yaitu dari hasil observasi performansi guru juga mengalami peningkatan. Nilai APKG siklus I pertemuan I sudah memenuhi indikator, yaitu nilai di atas 75 (B) dengan angka 81,45. Nilai APKG siklus I pertemuan II mendapat nilai 84,24. Pada siklus II pertemuan I nilai APKG meningkat menjadi 89,44, sedangkan untuk pertemuan II siklus II menjadi 92,3. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan performansi guru, aktivitas, dan hasil belajar siswa kelas V.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, IPA dan Model Pembelajaran kooperatif tipe Make A Match
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
    Depositing User: Retma IF Perpustakaan Unnes
    Date Deposited: 22 May 2014 06:49
    Last Modified: 22 May 2014 06:49

    Actions (login required)

    View Item