PAPIER MÂCHÉ SEBAGAI MEDIA BERKARYA SENI DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SMP N 1 SLAWI

Agustin Dwi Arini, 2401408009 (2013) PAPIER MÂCHÉ SEBAGAI MEDIA BERKARYA SENI DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SMP N 1 SLAWI. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PAPIER MÂCHÉ SEBAGAI MEDIA BERKARYA SENI DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SMP N 1 SLAWI)
Download (7Mb)

    Abstract

    Pemilihan media berkarya merupakan hal yang tepat untuk menciptakan hasil karya siswa yang kreatif. Dengan media yang tepat akan membuat siswa lebih tertarik dan pembelajaran akan berlangsung dengan menyenangkan. Salah satu upaya pengembangan media berkarya yang menyenangkan yaitu dengan memanfaatkan limbah kertas yang akan dibuat media papier mâché. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) proses pembuatan papier mâché sebagai media dalam berkarya seni rupa, (2) pemanfaatan media papier mâché sebagai media berkarya seni dalam pembelajaran seni rupa di SMP N 1 Slawi, (3) hasil pembelajaran, kelebihan, serta kendala-kendala dalam memanfaatkan papier mâché sebagai media dalam pembelajaran seni rupa di SMP N 1 Slawi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi, menjelaskan dan menganalisis permasalahan tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Prosedur penelitian yang diterapkan meliputi; (1) survei pendahuluan ke sekolah, (2) pengamatan sebelum perlakuan, (3) pengamatan terfokus I, (4) evaluasi dan rekomendasi, (5) pengamatan terfokus II, dan (6) evaluasi dan rekomendasi atau hasil. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan dengan didukung wawancara, dokumentasi foto, serta penilaian hasil berkarya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa media papier mâché berasal dari koran bekas dengan proses merendam kertas koran selama satu malam, lalu menghancurkan rendaman koran bekas dengan alat penumbuk, setelah itu dicampurkan dengan lem PVA, dan papier mâché siap digunakan. Pemanfaatan papier mâché dalam pembelajaran dilakukan 4x pertemuan, 2 pertemuan untuk membuat karya kriya tempat pensil dari papier mâché dan 2 pertemuan untuk membuat topeng. Proses pembelajaran terlihat menyenangkan. Selama proses berkarya siswa menunjukan semangat yang tinggi. Hasil belajar siswa sebagian besar meningkat, akan tetapi sebagian besar lagi menurun. Saran yang diberikan peneliti: (1) guru hendaknya menggunakan papier mâché sebagai media pembelajaran dan juga dapat difungsikan sebagai media dalam berkarya seni rupa, (2) guru tidak hanya memanfaatkan papier mâché sebagai media dalam berkarya seni kriya, namun dapat juga digunakan dalam berkarya seni murni, (3) guru hendaknya menggunakan peralatan pendukung seperti kain lap, koran sebagai alas sehingga kondisi kelas lebih terkendali.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Papier Mâché, Media Seni Rupa, Karya Seni, Pembelajaran seni rupa.
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    N Fine Arts > NX Arts in general
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Seni Rupa (S1)
    Depositing User: sunarti perpus unnes
    Date Deposited: 22 May 2014 07:05
    Last Modified: 22 May 2014 07:05

    Actions (login required)

    View Item